Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Ayatullah Ali Khamenei Hitler Baru Timur Tengah?

Ayatullah Ali Khamenei Hitler Baru Timur Tengah?

Medan, SumutOnline – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman menyebut Pemimpin Spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei sebagai ‘Hitler Baru Timur Tengah’.

Pernyataan ini dia sampaikan dalam wawancara dengan New York Times, Kamis (23/11/2017) waktu AS. Tak pelak, pernyataan ini menandai kian meluasnya perang kata-kata antara Iran dan Saudi.

Saudi yang mayoritas Sunni dan Iran yang mayoritas Syiah selama ini berseteru dalam berbagai perang dan krisis politik di seluruh Timur Tengah.

Mohammed bin Salman yang juga menteri pertahanan Saudi, menyatakan ekspansi Republik Islam Iran dibawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei harus dilawan.

“Kita belajar dari Eropa bahwa pendiaman itu tak berhasil. Kita tidak ingin Hitler baru di Iran mengulangi apa yang telah terjadi di Eropa menimpa Timur Tengah,” ketusnya.

Ketegangan meningkat bulan ini ketika sekutu Saudi, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, mengumumkan mundur lewat televisi Saudi, seraya membeberkan alasan ada pengaruh Hizbullah dukungan Iran dan nyawanya terancam.

Hizbollah menyebut langkah itu sebagai pernyataan perang yang dirancang Saudi, namun kemudian dibantah Saudi. Hariri kemudian menunda pengunduran dirinya.

Saudi telah meluncurkan ribuan serangan udara dalam perang selama 2,5 tahun melawan tetangganya, Yaman, demi mengalahkan milisi Houthi dukungan Iran yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Yaman.

Mohammed bin Salman juga menjelaskan, perang di Yaman tengah bergerak ke arah kemenangan Saudi, karena sekutunya disebut sudah menguasai 85 persen wilayah Yaman.

Namun Houthi masih berkuasa di tempat-tempat berpenduduk padat kendati menghadapi koalisi militer pimpinan Saudi yang menerima bantuan intelijen dan wahana perang dari AS. Sekitar 10.000 orang tewas akibat konflik Yaman ini.

Khamenei sendiri menyebut Dinasti Saud yang sedang berkuasa di Saudi sebagai ‘pohon terkutuk’, sedangkan pemerintah Iran menuding Saudi sebagai pihak yang menyebarluaskan terorisme. (inc)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *