Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Perkebunan Sawit Butuh Peremajaan

Perkebunan Sawit Butuh Peremajaan

Sergai, SumutOnline – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 9.109 ha sawit di Sumatera Utara.

Peresmian ditandai dengan penanaman pohon kelapa sawit oleh Presiden di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai.

Jokowi menjelaskan, bahwa program PSR di Sumut diawali dengan 9.109 Hektar. Sementara dari jumlah sawit rakyat saat ini 470 ribu hektar dan 350 ribu hektar diantaranya perlu peremajaan.

Keberadaan kebun sawit, menurut Presiden, bukan hanya sekedar menghasilkan, namun harus dilihat jumlah produksinya apakah sudah baik atau belum. Karena itu, pemerintah bekerjasama dengan berbagai perusahaan terkait untuk penyediaan bibit unggul sekaligus pembinaan terhadap pengelolaan kebun sawit rakyat.

Jokowi juga mengungkapkan, dirinya sudah memerintahkan agar Menteri Koordinator Perekonomian memberikan bantuan untuk program PSR. Hal ini dalam upaya menggenjot jumlah produksi tandan buah segar (TBS) sawit per tahun milik masyarakat yang cenderung berada tiga kali lipat lebih sedikit dari milik swasta atau kurang dari 10 ton per tahun.

“Memang membutuhkan biaya besar, tetapi memang harus kita kerjakan, apakah dengan skema kredit, entah dengan skema KUR. Kalau tidak kita akan kalah dengan negara lain.

Dalam kegistan tersebut, Jokowi juga membagikan sekitar 500-an sertifikat kepada masyarakat baik pemilik kelapa sawit maupun lainnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa bukan sesuatu yang  berlebihan jika sawit disebut emas hijau bagi Indonesia. Sebagai salah satu negara produsen kelapa sawit yang terbesar di dunia, Indonesia adalah produsen utama bahan baku untuk sabun, kosmetik, minyak goreng, margarin, farmasi yang semuanya itu berasal dari kelapa sawit.

“Dan sekarang juga sudah dimulai kelapa sawit untuk bahan baku untuk bio diesel. Tetapi ingat kalau menjadi produsen kelapa sawit besar, artinya kita harus menjadi yang terdepan dalam pengelolaan. Yang kita lemah di sini, pengelolaannya yang perlu kita perbaiki semua. Kita harus kerja keras,” tandasnya. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *