Kamis 26 April 2018
  • :
  • :

Menang Prapid, Dua Terdakwa Pencuri Kelapa Sawit Enggan Disidang

Menang Prapid, Dua Terdakwa Pencuri Kelapa Sawit Enggan Disidang

Medan, SumutOnline – Dua terdakwa kasus pencurian 5 janjang buah kelapa sawit di Kabupaten Langkat kembali menolak jalannya sidang di Pengadilan Negeri Stabat. Keduanya bersikeras menolak karena telah memenangkan sidang pra- peradilan.

Kedua terdakwa tersebut yakni Tulis Ginting dan Arifin Edi Ginting, dituduh melakukan aksi pencurian 5 janjang buah sawit di salah satu perkebunan swasta yang berada di Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat.

Pasalnya, kedua terdakwa merasa sudah tidak bersalah setelah keluarnya vonis Hakim Pengadilan Negeri Stabat per Tanggal 30 Agustus 2017, saat melakukan Pra Peradilan dan memenangkan gugatan dua terdakwa.

Meski Majelis Hakim berulang kali meminta terdakwa untuk duduk di kursi terdakwa, namun kedua terdakwa tetap bertahan di kursi pengunjung dan melepas baju tahanan yang seharusnya mereka pakai selama di ruang sidang.

Kedua terdakwa juga meminta agar Majelis Hakim membaca amar putusan Pra Peradilan mereka dan tidak meneruskan persidangan serta membebaskan mereka dari kurungan.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Raden Aji Suryo, kemudian menunda sidang dan mempersilahkan kedua terdawak untuk kembali ke sel tahanan Pengadilan Negeri Stabat.

Ketika dikonfirmasi, salah seorang terdakwa Tulis Ginting, mengatakan mereka sudah menang Pra Peradilan. “Jadi untuk apa kami harus mengikuti persidangan,” ketusnya.

Tidak hanya itu, kedua tedakwa juga mengaku hanya sebagai pekerja di perkebunan kelapa sawit milik warga dan bukan mencuri di lahan perkebunan swasta seperti yang dituduhkan.

Saat majelis hakim melanjutkan sidang, Hakim Ketua Raden Aji Suryo meminta kedua terdakwa dipanggil. Akan tetapip, lagi-lagi kedunya menolak untuk disidang dan meminta hakim untuk membebaskan mereka.

Sidang kemudian ditutup dengan alasan terdakwa yang emosional. Ketua Majelis Hakim, Raden Aji Suryo menyatakan, putusan Pra Peradilan tersebut tidak termasuk dalam pokok perkara.

Kedua terdakwa dipersilahkan untuk menuntut ganti rugi secara perdata kepada pihak kepolisian beradasarkan putusan Pra Peradilan tersebut. (ed)

 

 




KOMENTAR