Kamis 26 April 2018
  • :
  • :

Pelaku Penipuan Berkedok Travel Umroh Diciduk Polisi

Pelaku Penipuan Berkedok Travel Umroh Diciduk Polisi

Binjai, SumutOnline – Pasangan Suami Istri Harianto Kesuma bersama istrinya Irnawati, warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan terpaksa diamankan Satuan Reskrim Polres Binjai.

Pasalnya, Pasutri ini diduga telah melakukan penipuan terhadap 142 calon Jamaah Umroh. Harianto dan istrisnya berhasil meraup Rp2,8 miliar dari korbannya.

Penangkapan Pasutri ini berawal dari laporan Poniyem dan Kartima, warga Jalan Bakti, Dusun Empat, Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Kedua korban telah merasa ditipu oleh pemilik Travel Umroh,  PT Menara Kharisma Insani yang berjanji akan memberangkatkan mereka Umroh pada, April 2017 lalu. Sementara, pada Juni dan Agustus Tahun 2016, korban telah membayar masing-masing sebesar Rp20.500.000 dengan bukti pembayaran dan kwitansi.

Akan tetapi, hingga waktu yang telah ditentukan, kedua korban masih belum juga berangkat. Pihak travel berdalih bahwa uang milik korban dipergunakan untuk memberangkatkan jamaah Umroh lainnya.

Tak puas dengan manajemen dari biro jasa perjalanan Umroh tersebut, akhirnya korban melaporkan Pasutri tersebut ke Polres Binjai karena merasa telah ditipu.

Petugas yang menerima laporan pun langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya mengamankan kedua tersangka pemilik travel dan dibawa ke Mapolres Binjai.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti kwitansi pembayaran, dua buah koper warna hijau dan sebuah mobil dengan Nomor plat BK 1056 KH yang diduga diperoleh dari hasil penipuan.

Dari hasil penyelidikan petugas, untuk keberangkatan menggunakan jalur promo dikenakan biaya sebesar Rp20.500.000 dan untuk jalur reguler dikenakan biaya sebesar Rp24.000.000,-

Menurut Harianto Kesuma, dirinya telah menjalankan Travel Umroh dari tahun 2015 dan untuk berangkat Umroh ia meminta kepara calon jemaah sebesar Rp20.500.000,-  “Sudah ada sekira Seribuan jemaah yang sudah diberangkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Binjai, AKBP Mohammad Rendra Salipu mengatakan, Travel Umroh milik Pasutri ini tidak memiliki izin.

Selain itu, lanjutnya, penangkapan kedua pelaku atas laporan dua orang korban yang tak kunjung diberangkatkan dan pelaku sudah melakukan penipuannya sebanyak 142 orang. “Keduanya akan dijerat dengan pasal 378 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tuturnya.

Sementara, salah seorang korban, Saiful mengatakan kalau dirinya sudah membayar uang sebesar Rp24.000.000,- per orangnya dan akan berangkat bersama istri dan keluarganya lima orang pada bulan Juni 2016.

“Janjinya saya bersama keluarga akan diberangkatkan Desember 2016, namun pada saat keberangkatan, pelaku tidak dapat dihubungi dan kantor travel selalu tutup,” pungkasnya. (ed)

 

 




KOMENTAR