Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Mobil Formula vs Cheetah

Mobil Formula vs Cheetah

Medan, SumutOnline – Sebagai promosi ajang balap mobil listrik Formula E, Federasi Otomobil Internasional atau FIA menghadirkan sebuah video yang menampilkan unit mobil Formula E beradu kecepatan dengan seekor Cheetah pada sebuah trek lurus.

Selain bentuk promo, video ini juga dimaksudkan untuk menyoroti masalah perubahan iklim dan habitat hewan.

Cheetah yang terkenal mampu berlari sangat kencang itu beradu cepat melawan mobil Formula E yang dikendarai pebalap profesional Jean-Eric Vergne pada sebuah trek kecil di Western Cape, Afrika.

Hewan darat tercepat di dunia dan mobil Formula E itu tercatat sama-sama mampu berlari mencapai kecepatan 100km/jam dari posisi diam dalam waktu tiga detik.

Tujuan adu kecepatan itu adalah ingin membuka mata masyarakat dunia bahwa ada dampak perubahan iklim yang mengganggu habitat alami cheetah dan satwa liar lainnya.

Untuk itu, Formula E ingin memberikan solusi dengan mempercepat penerapan kendaraan listrik berskala global agar masyarakat bisa menggunakan alat transportasi ramah lingkungan dan mengurangi polusi untuk generasi masa depan.

“Kami mengetahui kesamaan dalam kinerja antara mobil Formula E dan seekor cheetah, jadi kami penasaran melihat hasilnya. Tapi, yang lebih penting lagi adalah menentukan hasilnya untuk masa depan. Bukan hanya kita, tapi juga cheetah dan hewan lain yang kita miliki bersama di planet ini,” kata pendiri sekaligus CEO Formula E, Alejandro Agag dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, pemenang lomba E-Prix Montreal yang juga pebalap utama tim Techeetah, Jean-Eric Vergne mengatakan, bahwa dirinya bersama tim Formula E Techeetah ingin menjadi bagian dari peningkatan kesadaran akan dampak yang lebih luas yang telah terjadi pada perubahan iklim di Bumi.

“Saat ini, tinggal tersisa 7.000 ekor cheetah yang masih hidup di alam liar sehingga diperlukan kesadaran seluruh masyarakat luas untuk bersama-sama memerangi perburuan liar dan berbagai hal yang dapat merusak habitat cheetah,” jelasnya.

Ajang balap Formula E sendiri akan dibuka di Hong Kong pada 2-3 Desember 2017. (inc)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *