Kamis 26 April 2018
  • :
  • :

MUI Akui Pasutri Ini Lakukan Pelecehan Agama

MUI Akui Pasutri Ini Lakukan Pelecehan Agama

Medan, SumutOnline – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sepasang suami istri ND dan MH melakukan pelecehan terhadap agama. Pasutri ini diduga menyebarkan aliran sesat, karena meminta kehadiran fisik Allah SWT saat mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Kalau dilihat dari Media Sosialnya, dilihat melecehkan, penistaan agama. Tapi masih didalami apakah penistaan agama,” kata Ketua MUI Kabupaten Pandeglang, Hamdi Ma’ani, Rabu, 29 November 2017.

Hamdi merasa terkejut dengan adanya sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi penyebaran ajaran aliran sesat. Karena Hamdani pada Oktober 2017 lalu, sempat menghadiri suatu acara di Kecamatan Cibitung dan belum mengetahui adanya aliran tersebut.

“Belum tercium. Baru kemarin terdeteksi, gerak bersama aparat supaya tidak anarki,” katanya.

Karena itu, lanjut Hamdi, pihaknya meminta masyarakat tenang dan tak main hakim sendiri terhadap dugaan penistaan agama yang berlokasi di Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang dan menyerahkannya ke kepolisian.

“Karena sudah ditangani aparat kepolisian, percayakan sejauh mana ditangani,” tuturnya.

Sebelumnya, ND dan MH terpaksa diamankan petugas kepolisian atas dugaan penyebaran aliran sesat di Desa Cikadu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Keduanya dianggap meresahkan warga karena diduga memiliki pemahaman yang berbeda mengenai ajaran Islam.

Menurut warga, kecurigaan terhadap mereka muncul setelah keduanya menyampaikan pendapat soal keharusan adanya Tuhan ketika mengucapkan kalimat syahadat. (vnc)




KOMENTAR