Kamis 26 April 2018
  • :
  • :

Ayah Pukul Wajah Anak Kandung Pakai Kayu

Ayah Pukul Wajah Anak Kandung Pakai Kayu

Langkat, SumutOnline – Hanya dikarenakan mencuri uang Rp100 ribu, seorang ayah nekad memukul anak kandungnya hingga babak belur dan mengalami luka serius dibagian wajah.

Akibatnya, sang ayah kini menjadi buronan polisi meski pihak keluarga tidak membuat laporan ke petugas.

MA, remaja malang berusia 13 tahun yang menjadi korban keganaasan sang ayah, terpaksa dilarikan petugas kepolisian dan warga ke Rumah Sakit Umum Zulham, Binjai guna mendapatkan perawatan.

Perisiwa sendiri berawal saat korban yang sudah tidak bersekolah ini, sudah sejak sebulan yang lalu tinggal bersama neneknya di lingkungan Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Hal ini dikarenakan kedua orang tuanya yang sudah bercerai.

Sebelum terjadinya pemukulan yang dilakukan Herijal yang merupakan ayah korban, MA kabur dari rumah sang nenek dengan menggunakan bus. Sayangnya, saat kabur dari rumah, korban  mengambil uang neneknya sebanyak Rp100 ribu.

Setibanya di rumah ayahnya, MA kemudian pergi ke salah satu Warnet yang berada di jalan Jamin Ginting, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai dan bermain sepuasnya.

Selang beberapa waktu, sang nenek kemudian melaporkan peristiwa pengambilan uang yang dilakukan cucunya tersebut kepada Herijal. Mendengar laporan tersebut, ayah korban emosi dan mencari MA dan menemukan anaknya di warnet.

Tanpa banyak bicara, ayah MA kemudian menghajar korban dengan menggunakan kayu hingga mengalami luka di bagian wajah. Warga yang melihat peristiwa tersebut kemudian melaporkan aksi penganiayaan tersebut ke Polsek Binjai Selatan.

Polisi kemudian turun ke lokasi dan mengamankan korban serta membawanya ke Rumah Sakit Umum Dokter Zulham didampingi sang nenek.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno mengatakan, peristiwa ini diterima dari warga yang melaporkan ke Polsek. Sementara itu, pihak keluarga tidak ada membuat laporan.

Namun demikian, lanjut Hendro, pihaknya tetap akan memproses kasus tersebut karena melanggar Undang – Undang Perlindungan Anak dan memburu pelaku yang sudah kabur dari rumahnya.

Kini MA sudah kembali tinggal dengan neneknya. Petugas juga masih memburu pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (ed)




KOMENTAR