Senin 23 April 2018
  • :
  • :

Merawat Al Quran Kuno Diantara Ribuan Naskah Kesultanan Buton

Merawat Al Quran Kuno Diantara Ribuan Naskah Kesultanan Buton

Medan, SumutOnline – Tidak banyak kesultanan di Indonesia yang memiliki warisan sejarah intelektual. Tapi kesultanan Buton di Bau-Bau Sulawesi merupakan salah satu pengecualian.

Sabtu (2/12/2017), saya berada kembali (sebelumnya tahun 2014,red) di rumah A Mujazi Mulku Zahari, ahli waris naskah naskah Kesultanan Buton yang berhasil menyelamatkan dan merawat ribuan lembar naskah asli  jejak sejarah Buton.

Kali ini saya tertarik teknik  perawatan naskah kuno menggunakan cengkeh yang dia lakukan. Termasuk cara menjaga dua Al Quran tua tulisan tangan warisan Buton berusia 200 tahun.

Saya tertarik cara merawat dengan tehnik sederhana Alquran kuno Buton ini, karena lagi pusing merawat naskah kuno Al Quran tulisan tangan berusia 368 tahun yang saya miliki dan terancam rusak. Saya memerlukan “ilmu” dari koleksi naskah Buton yang terpelihara ini.

Pak Mujazi mewarisi naskah Kesultanan Buton dari ayahnya, sekretaris Sultan Buton ke 38. Upaya yang dilakukan Pak Mujazi menjaga dan merawat naskah kuno, lebih karena panggilan hati.

Di tengah ketidak pedulian banyak orang pada naskah lama, sosok Pak Mujazi menjadi teladan yang langka. Dia tidak tergiur atas godaan untuk menjuali naskah naskah kuno yang harus dijaganya.

Kebanyakan ahli waris kesultanan menjuali, membiarkan rusak, tidak menelusuri semua warisan intelektual kesultanan. Lalu mereka bicara tentang kejayaan masa lalu tanpa bukti yang dapat dilihat dan dipelajari.

Alangkah baiknya jika pewaris kesultanan (termasuk mereka yang mengaku ingin menjaga marwah kesultanan,red) menyiapkan ruang dimana warisan intelektual kesultanan masa lalu bisa diselamatkan, walau dalam bentuk repro.

Walau harus diakui memang tidak semua Kesultanan memiliki manuskrip/naskah, tidak memiliki tradisi intelektual yang bisa dipelajari. Untuk itulah saya tidak menyesal hari ini datang jauh-jauh masuk untuk belajar ke dalam benteng Kesultanan Buton di Bau Bau.

Di dalam benteng itu ada “benteng keteguhan” seorang lelaki yang dengan tekun menjaga, merawat masa lalu, termasuk Al Quran kuno  dengan khitmad dan bahagianya, Pak Mujazi Mulku Zahari.

Sangat wajar pemerintah Indonesia akhirnya memberikan Anugerah Kebudayaan tahun 2017 kepada Pak Mujadi sebagai penyelamat naskah kuno Kesultanan Buton.

Penulis: Ketua PUSSIS Unimed, Dr Phil Ichwan Azhari




KOMENTAR