Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Soal Kawasan Industri, HKI Dukung Kebijakan Luhut

Soal Kawasan Industri, HKI Dukung Kebijakan Luhut

Medan, SumutOnline – Himpunan Kawasan Industri (HKI) mendukung kebijakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengenai kawasan industri terpadu.

Ketua HKI, Sanny Iskandar mengatakan, kawasan industri yang berada di sekitar Bekasi, Karawang, dan Purwakarta perlu mendapatkan perhatian khusus pemerintah. Hal ini dikarenakan ketiga wilayah tersebut masih menjadi tujuan utama investor dalam menanamkan modal di Tanah Air.

“Industri di ketiga kawasan ini telah terbentuk, kini bagaimana mengintegrasikan wilayah tersebut menjadi kawasan ekonomi terpadu,” ujarnya.

Menurut Sanny, jika ketiga wilayah ini lolos menjadi kawasan industri terpadu, mereka tidak memiliki keinginan untuk mendapatkan insentif fiskal seperti kawasan ekonomi khusus di luar Pulau Jawa.

Akan tetapi, kawasan ini berharap dapat diberikan berbagai fasilitas yang mendukung kemudahan dalam berusaha.

“Kemudahan ini seperti akses transportasi logistik, perizinan, infrastruktur, ketersediaan bahan baku dan energi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, infrastruktur seperti akses jalan menuju kawasan, jalan tol, kereta api, dan lain-lain di ketiga kawasan ini harus bisa dibangun agar lebih baik.

Adapun pembangunan ini dimaksudkan untuk menghemat waktu yang selama ini kerap terhambat oleh kemacetan. Dengan demikian, supply chain ketiga kawasan ini dapat berputar lebih cepat.

Selain itu, lanjut Sanny, pihaknya menilai, jika ketiga wilayah tersebut nantinya menjadi kawasan industri terpadu maka koordinasi pengelola lahan pun harus terintegrasi.

“Seperti hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan pengelola kawasan harus terjalin secara baik,” ucapnya.

HKI menargetkan pada tahun ini penyerapan lahan industri di sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Karawang dan Banten dapat menyamai tahun lalu, yakni seluas 180 hektare (ha). Sampai dengan September 2017 lalu penyerapan lahan di wilayah tersebut telah mencapai 144 ha.

Sanny mengungkapkan, target penyerapan lahan industri pada tahun ini telah tercapai seperti tahun lalu, bahkan dia optimistis dapat mencapai hingga 200 ha.

“Pada September lalu penyerapan lahan hinga seluas 144 ha, belakangan ini ditambah oleh investasi Kohler dan Sukonindo,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menjelaskan, proses studi kelayakan ketiga wilayah ini untuk menjadi kawasan industri terpadu diperkirakan akan selesai pada awal Desember tahun ini.

“Sekarang studinya sedang jalan. Kira-kira awal bulan depan akan selesai,” kata Luhut pada beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kawasan industri terpadu memudahkan segala proses perizinan hanya melalui satu pintu yang terintegrasi.

Luhut juga menjelaskan, mengenai perizinan ini akan diserahkan kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan untuk dikaji lebih lanjut. (bsc)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *