Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Jokowi: Pembayaran Sertifikasi Guru Tidak Boleh Telat

Jokowi: Pembayaran Sertifikasi Guru Tidak Boleh Telat

Medan, SumutOnline – Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan Undang-undang guru dan dosen dengan baik dan tidak pernah menghentikan tunjangan profesi guru.

“Saya percaya peningkatan mutu guru perlu dibarengi dengan kebaikan kesejahteraan yang tentu harus disesuaikan dengan kemampuan negara. Karena itu, saya mohon agar persoalan sertifikasi dapat dilaksanakan dengan baik dan tunjangan profesi bagi guru yang telah disertifikasi dibayarkan tepat waktu dan tepat jumlah,” kata Presiden Joko Widodo di Bekasi, kemarin, seperti dilansir dari Setkab.go.id, Minggu (3/12/2017).

Jokowi menjelaskan, bahwa dirinya akan mengecek dan mengontrol hal itu dan tidak ingin mendengar berbagai keluhan proses pencairan dan keterlambatan tunjangan profesi karena negara telah mengalokasikannya dengan baik.

Presiden juga menyampaikan komitmen sebagai bentuk penghargaannya kepada guru. Selain itu, kerjasama dan koordinasi aparat pusat dan daerah harus semakin ditingkatkan.

“Yang kedua, tugas guru adalah mendidik dengan sebaik-baiknya terhadap siswa-siswanya. Seharusnya tugas guru lebih banyak bersama peserta didik agar terjadi proses pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Berbagai urusan administrasi, lanjut Presiden, yang menjadi keluhan guru dalam beragam bentuk seperti kenaikan pangkat, sertifikasi, pencairan tunjangan profesi, inpassing bagi guru swasta dan yang lain-lainnya seharusnya dapat disederhanakan. Ia menambahkan agar pengurusan administrasi jangan lagi ruwet-ruwet dan mbulet-mbulet sehingga semuanya harus dapat disederhanakan.

“Ini saya titip kepada Mendikbud, kepada Menpan, kepada gubernur, kepada bupati dan Walikota, jika pelayanan publik sekarang sudah jauh lebih baik, terbuka dan transparan, saya harap sistem layanan tata kelola guru pusat dan daerah juga bisa lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien,” ketusnya.

Yang ketiga, sambung Presiden, bahwa betul negara Indonesia sekarang ini sedang giat membangun infrastruktur agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh tanah air. Untuk itu, lanjut Presiden, kekurangan guru akan diisi secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah dengan mengedepankan meritrokasi.

“Guru-guru yang telah mengabdi lama sepanjang memiliki kualifikasi dan kompetensi, akan diberikan kesempatan terlebih dahulu, jangan ditutup kesempatan mereka. Sedangkan guru-guru 3T, guru yang berada pada posisi terdepan, terluar, tertinggal, yang telah mengabdi puluhan tahun, yang memiliki kompetensi dan kualifikasi, harus diberikan prioritas,” tandasnya. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *