Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Festival Internasional Arung Jeram Asahan 2017 Dibuka

Festival Internasional Arung Jeram Asahan 2017 Dibuka

Asahan, SumutOnline – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Brigjen TNI (Purn) Dr Hj Nurhajizah Marpaung membuka Festifal Internasional Arung Jeram Sungai Asahan Kaldera Toba (The Toba Caldera Asahan River White Water Festival 2017) di Desa Tangga Kabupaten Asahan, kemarin.  Selain diikuti tim arung jeram nasional, festival ini juga diikuti oleh 10 negara asing.

Pada kesempatan tersebut, Nurhajizah merasa bangga akan Desa Tangga yang memiliki Sungai Asahan sebagai perlintasian aliran dari Danau Toba.

“Sebagai putri asal Asahan, saya bangga akan Sungai Asahan di Desa Tangga karena memiliki rute rumit untuk dilalui dalam arung jeram yang termasuk nomor tiga terbahaya di dunia,” katanya.

Karena itu, Wagubsu menyatakan Sungai Asahan merupakan potensi besar menjadi daya tarik wisata mancanegara khususnya yang mengemari olahraga arung jeram.

“Untuk itu mari kita bersama-sama majukan tempat ini yang sudah mendunia, sekaligus meneruskan cita-cita mantan Gubsu Almarhum HT Rizal Nurdin yang sempat merintinsnya di tahun 2000,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menumbuhkembangkan dan melestarikan seni budaya tradisional, mengembangkan olahraga air , mengairahkan kepariwisataan dan mengelorakan cinta lingkungan melalui gerakan pelestarian serta pengembangan Danau Toba dan sungai Asahan sebagai destinasi wisata nasional maupun international.

Wagubsu memastikan akan dilakukan pembangunan infrastruktur dan penginapan berupa home stay di Desa Tangga untuk melengkapi daya tarik wisata. Dia berharap  ke depannya perlombahan arung jeram internasional menjadi even tahunan di Sumut.

“Untuk mendukung pengembangan pariwisata sungai Asahan kelak akan dibangun infrastruktur, sehingga nanti yang biasanya jarak tempuh dua jam lebih menjadi satu jam saja serta ada upaya pengusaha lokal maupun swasta yang tertarik membangun penginapan atau hotel agar kegiatan ini menjadi even nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” terangnya.

Melalui The Toba Caldera  Asahan River White Water Festival 2017 yang diikuti peserta dari dalam dan luar negeri, masih kata Wagubsu, nyatalah bahwa perbedaam budaya tidak menghalangi kita untuk berinteraksi, sikap saling memahami menghormati. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *