Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Mbah Gimbal Ternyata Seorang Bintang Sinetron

Mbah Gimbal Ternyata Seorang Bintang Sinetron

Medan, SumutOnline – Mbah Gimbal, sosok seorang paranormal yang satu ini memiliki penampilan yang nyentrik dan unik di dalam Festival Budaya Supranatural Nusantara 2017 yang diselenggarakan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Gatot Subroto Medan, mulai tanggal 1 – 20 Desember 2017.

Namun siapa yang tahu, kalau paranormal yang memiliki nama asli S Gunawan ini ternyata seorang bintang sinetron yang perrnah tayang disalah satu televisi swasta.

Mbah Gimbal pernah membintangi beberapa sinetron salah satunya adalah 7 Manusia Harimau. Dalam sinetron ini, Mbah Gimbal berperan sebagai Ki Mayit yang selalu berpenampilan cukup seram.

Saat tim mendatangi salah satu ruangan beliau di PRSU, ternyata benar adanya, penampilan Mbah Gimbal memang seperti itu adanya. Dengan rambut yang gimbal, memakai cincin di sepuluh jarinya bergambar tengkorak dan kalung tengkorak dan tidak pernah pakai alas kaki selama 30 tahun. Cukup seram bukan???

Namun jangan salah penafsiran, dibalik penampilannya yang cukup seram itu, ternyata Mbah Gimbal ini baik dan sopan dalam bertutur kata, hal ini terbukti dari Komunikasi tim bersama Mbah Gimbal yang cukup mencair.

Tokoh Supranatural yang satu ini ternyata berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan sudah puluhan tahun memiliki basic keahlian sebagai paranormal. Dulunya beliau memang suka dengan hal yang aneh-aneh dan telah membuka praktik pengobatan alternative di kota asalnya.

Hadir di Kota Medan dalam Festival Budaya Supranatural Nusantara 2017 ini, Mbah Gimbal mengatakan, kegiatan yang digagas ini sebagai bentuk kecintaan dirinya terhadap budaya nusantara. Sebagai seorang seniman, dirinya merasa terpanggil untuk mempromosikan budaya Indonesia ini.

“Soal penampilan, memang kesehariannya saya seperti ini. Kecuali lensa mata yang saya gunakan ketika ada even atau shooting. Saya tidak ambil pusing dengan omongan masyarakat soal penampilan saya, mau dibilang dukun, orang gila atau apapun itu, ya cuek saja. Wong saya tidak mengganggu mereka dan tidak kenal. Hanya saja saya mengingatkan, sebagai makhluk ciptaan tuhan, janganlah saling menghina dan mencaci,” tegasnya.

“Kami lebih senang dikatakan sebagai penghibur dan sebagai orang entertain. Saya lebih siap jadi apa saja. Dibilang dukun saya legowo. Apalah si kata-kata itu,” tambahnya.

Mbah Gimbal sendiri masuk dalam perkumpulan Paranormal dengan sebutan FKPPAI sudah 5 sampai 7 tahun.

“Saya ini adalah cowok panggilan, apalagi untuk menghadiri kegiatan yang berhubungan dengan budaya dan masyarakatnya yang ingin dihibur. Kalau tidak ada halangan, saya pasti hadir dan saya tidak pernah pasang tarif untuk pergelaran budaya. kecuali menangani masalah, ada maharnya,” imbuhnya.

Karena, sambung Mbah Gimbal, saya memberikan ramuan dari Serum Ular Kobra yang merupakan warisan dari Almarhum Margana, seorang TNI AU. “ Dialah penemu Serum ular Kobra di Indonesia,” ujarnya.

Mbah Gimbal juga menjelaskan, ketika pertama kali melakukan aksi, dirinya pernah merasakan cemas dan takut apalagi rasa sakit. Namun setelah sering melakukannya, rasa itupun akhirnya hilang.

Ketika disinggung selama beberapa hari di Medan, Mbah Gimbal mengatakan dirinya sudah beberapa kali keliling kota terbesar ketiga ini, yakni ke Lapangan Merdeka, Warkop Jurnalis dan telah makan durian. Gedung yang rapat dan tinggi sangat indah dilihat.

“Surabaya tempat saya tinggal memang terbesar kedua, tapi tidak seindah Medan. Apalagi ketika keluar dari Bandara Kualanamu, ada rel kereta api yang langsung membawa ke stasiun besar.

“Medan memang indah, cantik, pokoknya kerenlah. Gedung-gedungnya tinggi dan rapat,” pungkasnya.

Terakhir Mbah Gimbal mengatakan bahwa kegiatan di PRSU ini setiap Pukul 14.00 WIB sampai Pukul 16.000 Wib digelar pengobatan masal alternative gratis.

“Masyarakat Kota Medan silahkan hadir disini untuk pengobatan atau konsultasi atau ingin bergabung ke FKPPAI ini. Nantinya akan ditangani dengan orang-orang yang professional dan pengalaman. Mau segala macam penyakit apapun, medis dan non medis. Bisa ditangani. Setiap hari selama event berlangsung,” tandansya. (ki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *