Kamis 14 Desember 2017
  • :
  • :

Medan dan Beberapa Wilayah Sumut Masih Dilanda Hujan

Medan dan Beberapa Wilayah Sumut Masih Dilanda Hujan

Medan, SumutOnline – Wilayah Kota Medan dan beberapa wilayah yang ada di Sumatera Utara saat ini masih dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Berdasarkan data pengamatan curah hujan dibeberapa Stasiun BMKG di Sumut, tercatat curah hujan maksimum terjadi, Senin (4/12/2017), diantaranya di Sampali sebesar  51.8 mm, Belawan (34.2 mm), Medan Simpang Pos, Ngumban Surbakti 36 mm, Kualanamu 29.0 mm, Aek Godang 5.7 mm, Pinang Sori 18.9 mm dan Binaka Nias 32.9 mm.

Kepala BBMKG Wilayah 1, Edison Kurniawan, MSi mengatakan, mengacu pada analisa pola angin pada Senin kemarin, menunjukkan bahwa kondisi cuaca tersebut lebih disebabkan adanya sel tekanan rendah di atas perairan Aceh dan gangguan berupa Eddy Sirkulasi di sekitar selat Karimata, sehingga mengakibatkan munculnya belokan angin di wilayah Sumut dan menyebabkan adanya pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

“Pantauan citra satelit Himawari-8 pada (4/12/2017), menunjukkan adanya pertumbuhan konvektif yang semakin meningkat pada sore hari hingga malam hari. Hal ini dapat dideteksi melalui penurunan suhu puncak awan yang mencapai -60 ssampai dengan -81 oC pada pukul 17.00 sd 02.00 WIB. Rendahnya suhu puncak awan sangat berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat,” tandasnya.

Sedangkan untuk kondisi Suhu Permukaan Laut di wilayah Pantai Barat Sumatera dan Selat Malaka, lanjut Edison, relatif cukup hangat berkisar antara 30 sd 31 oC. Hal ini mengakibatkan potensi penguapan (suplai uap air) di Pantai Barat Sumatera dan Selat Malaka cukup tinggi. Kondisi ini mengakibatkan awan hujan berpotensi tumbuh di wilayah Sumatera.

“Terkait dengan kondisi tersebut, BMKG Medan juga telah menyampaikan peringatan dini cuaca yang menyebutkan wilayah Sumut sangat berpotensi untuk terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai kliat/petir pada pukul 17.00 sd 03.00 WIB,” jelasnya.

Edison juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari ke depan diperkirakan pola cuaca mulai cukup stabil dikarenakan gangguan cuaca yang berada diatas perairan Aceh mulai bergerak ke wilayah Teluk benggala dan Eddy sirkulasi sudah menghilang, sehingga intensitas hujannya juga menurun.

Namun karena kondisi tanah sudah cukup jenuh akibat akumulasi hujan beberapa hari terakhir, walaupun intensitas hujan mengalami penurunan, masih perlu diwaspadai akan terjadinya banjir dan tanah longsor.

“Mengingat cuaca bersifat dinamis, masih berpotensi terjadinya gangguan – gangguan cuaca di wilayah Barat Sumatera yang dapat menyebabkan kondisi cuaca kembali cukup labil yang dapat berubah sewaktu-waktu diharapkan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG dapat terus diikuti dan dicermati oleh para kepala daerah, bupati dan walikota dg melalukan koordinasi melalui BPBD setempat,” pungkasnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *