Rabu 17 Januari 2018
  • :
  • :

Daerah Bahaya Gunung Agung Turun 6 Kilometer

Daerah Bahaya Gunung Agung Turun 6 Kilometer

Medan, SumutOnline – Aktivitas vulkanik Gunung Agung hingga saat ini masih cukup tinggi dan fluktuatif. Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental meliputi seismik, deformasi dan geokimia, menunjukkan bahwa saat ini Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa material erupsi berupa lava yang mengisi kawah, hembusan/letusan abu dan lontaran batuan di sekitar kawah masih berpotensi terjadi.

Selain itu, data deformasi dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan trend yang stagnan yang mengindikasikan belum ada peningkatan pada sumber tekanan yang signifikan.

“Perkiraan potensi bahaya saat ini berupa lontaran batu pijar, pasir, kerikil, dan hujan abu pekat juga lahar hujan diperkirakan melanda area di dalam radius 6 kilometer dari kawah,” katanya, kepada kepada wartawan melalui keterangan tertulis yang diterima SumutOnline, Jumat (5/1/2018).

Sutopo juga menjelaskan bahwa berdasarkan analisis terkini, maka PVMBG masih menetapkan status Awas (level 4). Namun daerah berbahaya diturunkan yang sebelumnya daerah berbahaya adalah daerah di dalam radius 8-10 kilometer menjadi 6 kilometer.

Artinya, lanjut Sutopo, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. Penurunan daerah berbahaya ini terhitung mulai Kamis (4/1/2018),” ucapnya.

“Kepala PVMBG telah melaporkan kepada kita untuk mengambil langkah-langkah penanganan pengungsi. Dengan penurunan daerah berbahaya yaitu menjadi di dalam radius 6 kilometer maka ribuan masyarakat yang mengungsi yang berasal dari desa yang aman boleh pulang ke rumahnya masing-masing,” tuturnya.

Sutopo juga mengungkapkan, berdasarkan analisis peta kawasan rawan bencana, terdapat 12 desa di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah. 12 desa tersebut harus dikosongkan dan warganya harus mengungsi. Dari 12 desa tersebut terdapat 7 desa yang ada penduduknya dan 5 desa yang tidak ada penduduknya di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah.

7 desa dengan 20 Banjar yang penduduknya masih harus mengungsi yakni, Desa Jungutan (Br. Dinas Yeh Kori, Br. Desa Galih), Desa Buana Giri (Br. Dinas Tanah Aron, Br. Dinas Bhuana Kerta, Br. Dinas Kemoning, Br. Desa Nangka), Desa Sebudi (Br. Dinas Sogra, Br. Dinas Lebih, Br. Dinas Badeg Dukuh, Br. Dinas Telung Buana), Desa Besakih (Br. Dinas Temukus), Desa Datah (Br. Dinas Kedampel), Desa Baturinggit (Br. Dinas Bantas), Desa Ban (Br. Dinas Pengalusan, Br. Dinas Cegi, Br. Dinas Daya, Br. Dinas Pucang, Br. Dinas Belong, Br. Dinas Bonyoh, Br. Dinas Cutcut).

Diperkirakan terdapat 17.115 jiwa masyarakat yang tinggal di 7 desa (20 banjar) yang berada di dalam radius 6 kilometer dan masih harus mengungsi. Di luar radius 6 kilometer tersebut kondisinya aman, normal dan masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing. Saat ini sebagian pengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing setelah mendapat informasi desanya aman.

Hingga Kamis (4/1/2018), jumlah pengungsi 70.610 jiwa yang tersebar di 240 titik pengungsian. Pengungsi ini berada di tempat yang jauh dari desa asalnya dan terdapat di 9 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Buleleng (9.983 jiwa), Klungkung (10.964 jiwa), Karangasem (42.908 jiwa), Bangli (1.017 jiwa), Tabanan (733 jiwa), Kota Denpasar (748 jiwa), Gianyar (3.507 jiwa), Badung (590 jiwa), dan Jembrana 9205 jiwa).

Agar pemulangan pengungsi dapat berjalan dengan tertib, maka BNPB bersama Satgas Tanggap Darurat Penanganan Erupsi Gunung Agung terus melakukan koordinasi. Pendataan diperlukan untuk pemulangan pengungsi. Kendaraan disiapkan untuk memfasilitasi para pengungsi yang akan pulang.

Pasebaya juga terus menginformasikan kepada masyarakat terkait penurunan radius berbahaya Gunung Agung. Bukan hanya pemulangan pengungsi saja yang dilakukan, tapi juga terkait dukungan logistik, pemindahan pengungsi ke titik yang dekat dan lainnya.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Gunakan aplikasi Cek Posisi Anda. Pemerintah dan Pemda dibantu unsur lainnya masih berkoordinasi untuk proses pemulangan dan penanganan pengungsi. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *