Minggu 18 Februari 2018
  • :
  • :

Pemerintah Targetkan Produksi Gabah Meningkat

Pemerintah Targetkan Produksi Gabah Meningkat

Medan, SumutOnline – Pemerintah menargetkan produksi gabah nasional pada 2018 bisa meningkat minimal sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya

“Kami produksi gabah pada 2016 dan 2017 surplus, sehingga tidak ada impor beras,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jawa Tengah, Rabu (24/1/2018).

Mentan mengatakan, produksi pada 2017 sebanyak 82,3 juta ton gabah kering panen (GKP) dan tahun ini, minimal ada kenaikan lima persen.

“Kita ingin melihat panen dan produksi padi dan kini memasuki panen raya, sehingga harga sudah mulai turun antara Rp600 hingga Rp700 per kg gabah. Mudah-mudahan dalam dalam waktu dekat harga beras juga bisa turun,” ujarnya.

Mentan juga menjelaskan, saat ini Bulog berupaya menyerap gabah hasil panen petani agar cadangan beras meningkat.

Menurut Mentan, pada musim iklim ekstrim beberapa waktu lalu Indonesia tidak sampai impor beras, dan bahkan komoditas jagung yang dahulu impor dari Amerika dan Argentina sekitar 3,6 juta ton, kini juga tidak ada sama sekali. Hal ini, merupakan keberhasilan petani yang selalu bekerja keras menuju swasembada pangan.

Sebelumnya, terang Mentan, Indonesia juga mengimpor bawang dari Thailand sebanyak 72 ribu ton, namun kini mengekspor ke negara lain. Bahkan komoditas cabai yang sebelumnya harga naik hingga tinggi, dan sekarang sudah stabil. Empat komoditas strategis ini. Tidak ada yang bisa membantah produksinya meningkat.

“Ada yang mengatakan turun produksi karena mereka tidak pernah ke lapangan dan bukan orang pertanian sehingga pendapatnya tidak bisa ketemu,” tuturnya.

Menurut Mentan yang menarik lagi petani sekarang dapat perlindungan dengan adanya asuransi pertanian yang pertama dalam sejarah Bangsa Indonesia.

“Petani jika lahannya terkena musibah bencana banjir misalnya bisa diasuransikan melalui Jasindo,” ucapnya.

Lebih lanjut Mentan mengatakan, bahwa ada perubahan total atau revolusi pertanian mulai dari pusat hingga ke daerah selama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Para petani sekarang sudah menggunakan peralatan pertanian baik mulai mengolah lahan hingga masa panen yang membutuhkan waktu bekerja yang singkat.

Ia juga mengingatkan, agar kesejahteraan petani meningkat dengan menerima harga yang layhak. “Harga naik banyak diributkan orang, tetapi jika harga turun sepertinya tidak terjadi apa-apa. Padahal, kami tanpa petani kita tidak bisa makan. Yang memberikan makan Indonesia adalah petani,” tandasnya.

Mentan mencontohkan harga bawang sekarang turun menjadi sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kg. “Bapak Presiden mimpinya peningkatan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (ant)




KOMENTAR