Minggu 18 Februari 2018
  • :
  • :

Dua Untuk Sumut dan Jokowi Dua Periode

Dua Untuk Sumut dan Jokowi Dua Periode

Medan, SumutOnline- Penetapan nomor urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) telah dilakukan. Dalam penetapan yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (12/2/2018), pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus mendapatkan nomor urut dua.

Terkait dengan penetapan nomor urut itu, Djarot mengatakan, dirinya dan Sihar memang mengharapkan mendapatkan nomor urut dua. Hal itu pun mereka bahas saat di posko kemenangan mereka sebelum berangkat menuju Hotel Grand Mercure.

“Pak Sihar bilang ke saya, mas sebaiknya kita dapat nomor dua.  Saya juga mengamini, karena nomor dua itu  sangat familiar. Artinya banyak, bisa piss damai, bisa victory menang , bisa Vini Vidi Vici, bisa salam dua periode untuk Pak Jokowi,” ungkap Djarot.

“Dua itu nomor keberuntungan saya,” tambah Sihar Sitorus .

Bagi dirinya dua itu adalah dirinya sebagai anak laki laki ke dua di lingkungan keluarganya. Serta dia memiliki dua orang saudara perempuan. Serta Sihar juga memiliki dua orang anak.

“Jadi dua itu diri saya, Tuhan tidak pernah melepaskan angka dua dari perjalanan hidup saya,” katanya sambil membagi tawa kepada sejumlah wartawan.

Sihar mengatakan bahwa selain angka yang mewarnai perjalanan hidupnya, angka dua juga merupakan tugas dan tanggung jawab. Karena pembangunan nusantara yang saat ini bagus harus di lanjutkan dengan dua periode oleh presiden Jokowi agar pembangunan tersebut sempurna.

“Jadi dua itu keberuntungan. Karena itu kita harus sama sama menangkan nomor urut dua di Pilkada Sumut,” katanya.

Menurut Sihar proses untuk mendapatkan angka dua tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai orang yang memiliki keyakinan akan kuasa Tuhan, Sihar mengaku bahwa angka dua tersebut adalah rencana Tuhan.

“Rancangan Tuhan kan bukan rancangan kecelakaan. Melainkan rancangan yang sempurna pada setiap umatNya” jelasnya.

Lebih lanjut, angka dua sudah melekat bagi masyarakat. Salam dua jari sudah menjadi salam yang dilontarkan untuk menyapa. Contohnya saja ketika Djarot memberikan sambutan di Balige, masyarakat berteriak salam dua jari.

“Jadi pasti lebih mudah untuk di sosialisasikan. Intinya salam dua jari ajalah,” katanya.(rel)




KOMENTAR