Selasa 21 November 2017
  • :
  • :

Italia Kagum Dengan Pancasila

Italia Kagum Dengan Pancasila

Medan, SumutOnline – Pemerintah Italia mengagumi nilai-nilai Pancasila sebagai suatu contoh ideal pemersatu bangsa.

Pemerintah Italia memandang nilai-nilai Pancasila yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dapat dijadikan contoh proses integrasi berbangsa di Italia.

Oleh karena itu, pemerintah Italia mengajak Indonesia berbagi praktik-praktik terbaik melalui Dialog Lintas Keyakinan yang bertajuk Pluralism and Integration in Indonesian and Italian Societies: Perspective, Opportunities, Challenges, di Kementerian Luar Negeri Italia, Roma, Rabu (11/10).

“Indonesia dan Italia memiliki pemahaman yang sama atas pentingnya mempromosikan dialog lintas keyakinan, utamanya di tengah meningkatnya intensitas isu terorisme, ekstremisme, dan radikalisme,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan.

Menurutnya, pemerintah Indonesia sendiri berkomitmen untuk mempromosikan dialog lintas keyakinan dengan mengedepankan pendekatan sosial budaya melalui pemberdayaan para pemangku kepentingan, khususnya pemuka agama, tokoh nasional, akademisi, serta generasi muda.

Sementara itu, Profesor Azyumardi Azra dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, menjelaskan, kelima sila Pancasila menegaskan prinsip penerimaan terhadap siapapun yang menjadi bagian bangsa.

Hal serupa disampaikan Presiden Comunita Religiosa Islamica Italia (COREIS), Imam Yahya Pallavicini. Dia juga menyebutkan, sesanti Bhinneka Tunggal Ika sangat relevan dalam proses integrasi masyarakat Italia.

Selain itu, kebijakan pemerintah Indonesia yang mengedepankan keterlibatan kaum muda dapat menjadikan proses tersebut berjalan lebih efektif untuk jangka panjangnya.

Isu integrasi saat ini memang sedang mengemuka di Italia. Dengan angka penerimaan pengungsi dan pencari suaka tertinggi di Uni Eropa, pemerintah Italia memandang penting proses asimilasi sosial budaya antara kaum migran dengan penduduk setempat. (ant)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *