Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Hubungan Sumut-Jepang Makin Berkualitas

Hubungan Sumut-Jepang Makin Berkualitas

Medan, SumutOnline – Hubungan Sumatera Utara dan Jepang saat ini dinilai semakin baik dan berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan invetasi Jepang serta berbagai kejasama yang dijalin.

Gubernur Sumut, Dr HT Erry Nuradi mengatakan, salah satu investasi konstruksi yang bernilai adalah di bidang energy. Saat ini beberapa perusahaan Jepang terlibat dalam pembangunan dan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sarulla, Kabupaten Tapanuli Utara dengan total daya 330 MW.

“Kita menyambut gembira rencana Penerintah Jepang mendanai pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan anggaran senilai Rp 2,7 Milyar,” kata Gubsu, Selassa (6/12/2017).

Sementara, Konjen Jepang di Medan, Takeshi Ishi berharap agar kerjasama Sumut khususnya dan wilayah Sumatera umumnya dan Jepang semakin meningkat pada masa mendatang.

Menurut Takeshi, dibidang kerjasama ekonomi, Pemerintah Jepang memiliki skema kerjasama ekonomi yang terkait erat dengan daerah yang disebut bantuan hibah untuk proyek bagi kalangan akar rumput (grassroot).

“Pada tahn ini kami, Konulat Jederal Jepang di Medan berencana mendanai sekitar Rp2,7 M untuk pembangunan gedung SMP,” terang Ishi.

Di bidang energi,  lanjutnya, beberapa perusahaan Jepang terlibat investasi konstruksi dan operasional pembangkit listrik tenaga oanas bumi sarulla.

“Diantara tiga unit generator yang direncanakan, sudah dua unit yang mulai beroperasi. Jika unit ketiganya selsai dibangun, maka PT Sarulla mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 330 MW, diharapkan dapat meningkatkan kondisi energi listrik Sumatera Utara,” tuturnya.

Lebih lanjut Takeshi menjelaskan, pada tahun 2018 mendatang, akan menjadi tahun dimulainya hubungan bilateral yang baru antara pemerintah Indonesia dan Jepang yang tepat berumur 60 tahun.

“Tahun 2018 akan menjadi tonggak peringatan 60 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Jepang dengan Indonesia. Ini akan menjadi tahun dimulainya hubungan bilateral baru yang cocok untuk abad ke-21,” tandansya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *