Tapanuli Tengah, Sumol - Lambatnya bantuan pangan memicu terjadinya penjarahan swalayan di Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tanjungpura Kabupaten Langkat dan Aceh Tamiang, Propinsi Aceh. Bukan hanya swalayan, bahkan tim BPBD yang mengantar logistic dihadang massa.
”Memang berseliweran (informasi penjarahan), bukan hanya di Aceh Tamiang tadi di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli Tengah saat kami mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsari ada sekelompok masyarakat yang berusaha merebut logistik itu,” terang Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat ditanyai oleh awak media dalam konferensi pers di Bandara Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu malam (29/11/2025).
Atas tindakan masyarakat tersebut, Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya meminta petugas yang mendistribusikan bantuan untuk langsung memberikan bantuan-bantuan tersebut kepada masyarakat. Menurut dia, masyarakat berusaha merebut bantuan itu dari tangan petugas. Dia yakin, tindakan itu dilakukan bukan dengan niat jahat, melainkan karena masyarakat terdampak bencana memang benar-benar butuh.
”Kami perintahkan untuk itu untuk diberikan saja, tentu saja kami yakin dan percaya bahwa masyarakat itu bukan mau niatnya jahat. Tapi, karena takut. Mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari, sehingga terkesan (melakukan penjarahan),” jelasnya.
Setelah petugas menyerahkan bantuan dan logistik tersebut, Suharyanto mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan penjelasan kepada masyarakat terdampak bencana bahwa bantuan akan terus berdatangan. Namun demikian, selama akses jalur darat dan udara masih terbatas, bantuan tersebut datang secara bertahap. Sebab, daya angkut pesawat-pesawat yang datang ke daerah-daerah itu juga tidak besar.
”Kami berikan penjelasan bahwa logistik itu akan datang secara terus-menerus, bukan hanya sekali dua kali. Kami kendalanya adalah kapasitas angkut, karena di titik-titik yang masih terputus jalur darat itu hanya melalui udara, udara juga tidak bisa pesawat-pesawat besar, yang masuk hanya pesawat-pesawat kecil,” jelasnya.
Video penjarahan di sejumlah swalayan di Sibolga, Provinsi Sumatera Utara viral. Penjarahan dimulai dari beberapa orang yang sudah kesal tak bisa memberi makan keluarganya setelah berhari-hari mengalami kesulitan akibat dampak bencana banjir, longsor, dan angin kencang.
Penjarahan juga terjadi di Padangsidimpuan.Di Kabupaten Langkat, warga korban banjir juga menjarah Alfamart di Jalan Sudirman, Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Langkat yang sedang ditutup karena air tergenang masih tinggi.
Suharyanto memastikan bahwa bantuan untuk korban terdampak bencana akan terus disalurkan secepat mungkin. Jika akses jalan sudah terbuka secara total, bantuan itu akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat sudah menjamin akan membantu sekuat tenaga. Khususnya selama masa tanggap darurat bencana masih berlangsung.(CEM)

