SumutOnline Advertise

Empat Minggu Terisolasi, Korban Bencana Aceh Timur Kelelahan Ekstrem

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berhasil menembus wilayah terisolir di Dusun Sarah Raja, Desa Sah Raja, dan Dusun Sijuk, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, untuk memberikan layanan kesehatan spesialistik bagi warga terdampak banjir. (Foto: Ist)

Banda Aceh, Sumol - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berhasil menembus wilayah terisolir di Dusun Sarah Raja, Desa Sah Raja, dan Dusun Sijuk, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, untuk memberikan layanan kesehatan spesialistik bagi warga terdampak banjir. Sebanyak 86 warga tercatat menerima layanan medis, dengan keluhan yang didominasi penyakit kulit akibat buruknya sanitasi, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem.

Pemimpin Tim EMT Muhammadiyah, dr. M. Irfan Rizaldy, mengatakan perjalanan menuju lokasi pengungsian membutuhkan perjuangan fisik dan logistik yang tidak ringan. Akses jalan berlumpur memaksa tim menggunakan kendaraan gardan ganda, dilanjutkan dengan sepeda motor trail bersama komunitas IMTRAX, sebelum akhirnya menyeberangi sungai menggunakan perahu dan berjalan kaki menanjak menuju tenda-tenda pengungsian.

“Kondisi di Dusun Sarah Raja cukup memprihatinkan karena benar-benar terputus. Namun semangat warga dan respons positif 86 pasien yang kami layani hari ini membuat lelah tim terbayar.Kami hadir untuk memastikan warga di pelosok, sedalam apa pun lokasinya, tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,”kata dr. Irfan, Sabtu (16/1/2026).

Selain pengobatan, tim juga membagikan obat-obatan dan memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi. imbuh dr. Irfan.

Meski berada di lokasi terpencil dengan fasilitas terbatas, MDMC tetap menghadirkan layanan medis yang komprehensif. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter umum dan dokter spesialis kulit, mengingat banyaknya keluhan kesehatan pascabanjir.

“Sudah berminggu-minggu terisolir, sanitasi buruk, keluhan yang didominasi penyakit kulit akibat buruknya sanitasi, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem,”tambahnya.

Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari respons terpadu MDMC DIY di Aceh Timur yang melibatkan tenaga profesional dari RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, PKU Gombong, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hingga saat ini, lebih dari 900 warga Aceh Timur telah mendapatkan layanan kesehatan dari MDMC.

Ke depan, MDMC akan terus menyiagakan personel dengan sistem rotasi tim yang dijadwalkan pada 19 Januari 2026, guna memastikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial tetap berjalan hingga fase pemulihan berakhir. (CEM)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال