Kemenko Bidang Pangan terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Rakortas Tingkat Menteri, yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. Kemenko Pangan)
Jakarta, Sumol - Kementerian Koordinator Bidang Pangan terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Rakortas Tingkat Menteri, yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Rapat yang digelar di Jakarta pada Kamis (02/04/2026) ini membahas penegakan aturan terhadap SPPG yang belum memenuhi standar, pengaturan distribusi MBG di hari sekolah, serta isu strategis lainnya.
“Secara umum, capaian program menunjukkan progres positif, namun distribusi ke pesantren perlu dipercepat. Atas perintah Presiden, kita diminta sudah sempurna sebelum akhir tahun,” ujar Menko Pangan.
Untuk kelompok 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui), akan dilakukan monitoring dan evaluasi, termasuk penyesuaian standar gizi.
Hingga 30 Maret 2026, Program MBG telah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat di 38 provinsi dengan 26.066 SPPG beroperasi. Dari 2.162 SPPG yang diberi peringatan, sebanyak 1.789 di-suspend, 368 SP-1, dan 5 SP-2. “Hingga 30 Maret 2026, pelaksanaan Program MBG telah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat di 38 provinsi,” tegas Menko Pangan.
Pemerintah juga akan memfokuskan penerima manfaat sesuai Perpres. Pengawasan operasional SPPG juga akan diperkuat, termasuk evaluasi di sekolah dengan tingkat food waste tinggi.
Pemerintah berkomitmen memastikan Program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai standar guna mendukung peningkatan gizi masyarakat menuju Generasi Emas 2045. (LAR)

