Kabut Asap Menyengat Diduga dari PT TCS Resahkan Warga (Foto: Ist)
Simalungun, Sumol - Aktivitas PT TCS yang beroperasi di bekas lahan PT ASN Jalan Bahagia mulai mengganggu kehidupan warga karena beraroma menyengat dan membuat dada sesak. Kuat dugaan pembakaran limbah fiber dan kaul sawit secara serampangan memicu asap pekat yang mengotori tidak hanya udara tapi mengotori perlengkapan rumah tangga warga.
“Setiap hari kami terpaksa menghirup udara beraroma menyengat yang menyesakkan dada. Sisa pembakaran yang terbang terbawa angin tidak hanya merusak kualitas udara, tetapi juga mengotori perabotan rumah tangga, menciptakan lingkungan yang tidak lagi layak huni. Lama-lama bisa mati kami menghirup asap ini,”kata Maruar (54) warga Jalan Bahagia.
Ironisnya, meski warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan, aktivitas pembakaran yang diduga menggunakan bahan bakar fiber/kaul sawit tersebut tetap berjalan tanpa ada upaya minimalisir dampak lingkungan dari pihak perusahaan.
Ketidakpedulian PT TCS terlihat jelas saat awak media mencoba meminta klarifikasi. Alih-alih memberikan solusi atau penjelasan teknis terkait sistem pengolahan limbah mereka, pihak manajemen justru menunjukkan sikap tertutup. Manager perusahaan dilaporkan enggan menemui media dan memilih bungkam seribu bahasa.
Masyarakat meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberikan sanksi tegas, hingga penutupan izin jika terbukti melanggar ambang batas pencemaran udara. Kerusakan udara dan lingkungan yang terjadi merupakan pelanggaran UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di mana setiap orang/perusahaan yang melakukan pencemaran dapat dikenai sanksi pidana dan denda yang berat’
"Jangan sampai masyarakat jadi korban hanya demi kepentingan segelintir pengusaha. Kami minta pemerintah jangan tutup mata dan jangan mau disuap oleh asap!" tegas seorang tokoh pemuda setempat.
Hingga berita ini diturunkan, kepulan asap masih terlihat menghiasi langit Pematang Kerasaan Rejo, menjadi saksi bisu atas derita warga yang terabaikan di bawah bayang-bayang industri sawit PT TCS.(DHO)

