SumutOnline Advertise

TNI AD Bedah 49 Jembatan Dan 139 Sumur Bor Kepulauan Nias

TNI AD Bedah 49 Jembatan Dan 139 Sumur Bor Kepulauan Nias (Foto: Ist)

Gunungsitoli, Sumol - Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 di Kepulauan Nias bukan sekadar seremoni. Program ini membawa data pembangunan konkret yang langsung menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Usai dibuka Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Lapangan Pelita, Rabu (06/05/2026), Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa merinci dua program infrastruktur prioritas yang menjadi tulang punggung pemerataan pembangunan di Nias.

49 Jembatan Dibangun Di Kepulauan Nias

Dari total 59 jembatan yang dibangun TNI AD di Sumatera Utara, sebanyak 49 titik berada di Kepulauan Nias. Jembatan ini menjadi kunci untuk membuka keterisolasian dan mempercepat distribusi logistik.

Rincian Jenis dan Fungsi:

1. Jembatan Bailey & Armco: Dirakit cepat untuk tanggap darurat dan menggantikan jembatan rusak. Dibangun di jalur vital penghubung antardesa yang kerap putus saat musim hujan.

2. Jembatan Perintis: Membuka akses baru ke sentra produksi pertanian dan perkebunan yang selama ini terisolir. Sasarannya: menekan biaya angkut hasil tani.

3. Jembatan Beton Permanen: Membangun konektivitas jangka panjang di wilayah padat penduduk dan jalur distribusi utama.

Keberadaan jembatan ini memastikan truk Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau sekolah-sekolah di pelosok Nias. Warga tidak lagi harus memutar puluhan kilometer atau menyeberang sungai saat air pasang. Hasil bumi dari desa pun lebih cepat sampai ke Pasar Kota Gunungsitoli.

139 Titik Air Bersih Sedalam 90 Meter

Sebelum upacara pembukaan, TNI telah lebih dulu bergerak melalui Pra Karya Bakti selama dua pekan. Hasilnya, 139 titik air bersih berhasil dibangun di wilayah-wilayah sulit air di Kepulauan Nias.

Fakta Teknis di Lapangan:

- Kedalaman Pengeboran: Hingga 90 meter untuk menembus lapisan air tanah bersih, menjawab persoalan sumur dangkal yang mengering saat kemarau.

- Prioritas Lokasi: Dusun terpencil, wilayah pesisir, dan desa yang selama ini hanya mengandalkan air hujan atau sungai.

- Dukungan Sarana: Menggunakan rig bor Zeni TNI AD, setiap titik dilengkapi pompa dan tandon air komunal agar dapat langsung dimanfaatkan warga.

Dampak Langsung bagi Warga:

- Mengakhiri Krisis Air: Para ibu tidak perlu lagi berjalan berkilo-kilometer untuk mengambil air.

- Dukung Sanitasi & MBG: Air bersih menjadi syarat utama program Makanan Bergizi Gratis dan pencegahan stunting.

- Fasilitas Publik Terlayani: Sekolah, posyandu, dan rumah ibadah kini memiliki sumber air layak.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menambahkan, 1.100 personel yang diterjunkan di Nias akan mengawal pembangunan hingga tuntas.

"Target kami jelas: rakyat Nias merasakan kehadiran negara melalui jembatan yang kokoh dan air yang mengalir," ujarnya.

Data ini menegaskan bahwa Karya Bakti TNI AD 2026 berfokus pada dua urat nadi pembangunan yakni, konektivitas dan air bersih. Keduanya merupakan prasyarat utama bagi peningkatan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat Kepulauan Nias. (KN01)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال