Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam acara Open House Sekolah Rakyat untuk Orangtua dan Siswa di Sentra Bahagia Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial, di Medan, Senin (15/06/2026).(Dok Pemko Medan)
Medan, Sumol - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat (SR) harus bebas dari praktik titipan, suap, maupun pungutan. Program pendidikan berasrama itu ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan yang kesulitan mengakses pendidikan.
“"Sekolah Rakyat ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mempunyai mimpi yang sama dengan anak-anak dari keluarga yang mampu," ujar Saifullah Yusuf dalam acara Open House Sekolah Rakyat untuk Orangtua dan Siswa di Sentra Bahagia Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial, di Medan, Senin (15/06/2026).
Dia menambahkan bahwa secara nasional, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini tengah berlangsung di 93 lokasi. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 104 titik di seluruh Indonesia.
Anggaran sekolah rakyat ini bersumber dari APBN atas arahan Presiden dengan memberikan Mandat pembangunan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Target penggunaan Bulan Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2026/2027.
“Saya gembira selama 11 bulan pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan ini berjalan dengan baik dan dikawal langsung oleh Pak Wali Kota ,” papar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Untuk tahun ini, kuota siswa Sekolah Rakyat di Kota Medan tersedia sebanyak 270 orang yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Agar tepat sasaran bagi keluarga kurang mampu, proses penetapan siswa dilakukan melalui verifikasi berlapis oleh pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pemerintah daerah setempat.
Rico Waas Beri Perhatian Khusus
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menaruh perhatian khusus terhadap keberhasilan Sekolah Rakyat dalam mengubah kehidupan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Perubahan positif yang terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun itu terpancar nyata dari senyum percaya diri para siswa yang hadir. Kegiatan yang turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf tersebut menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk menyaksikan langsung perkembangan buah hati mereka selama menempuh pendidikan di sana.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas mengaku menjadi saksi langsung perjalanan Sekolah Rakyat sejak awal program digulirkan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendampingi pelaksanaan program, mulai dari tahap perencanaan hingga proses pendidikan yang saat ini telah menunjukkan hasil menggembirakan.
"Saya datang lagi dan melihat progresnya sudah mulai terlihat. Anak-anak sudah mulai berani memimpin, mulai tertib dan menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Hari ini saya melihat mereka tampil sangat luar biasa dibandingkan saat pertama kali saya datang," ujar Rico Waas.
Rico Waas mengajak para orang tua untuk tidak ragu memercayakan pendidikan anak-anak mereka ke Sekolah Rakyat. Ia optimistis program ini mampu melahirkan generasi yang mandiri dan berkarakter. Pemko Medan juga berkomitmen penuh mendukung infrastruktur penunjang, termasuk pembangunan akses jalan di sekitar sekolah. (YP)

