SumutOnline Advertise

Dampak Erupsi Sinabung, 45 Penerbangan Dibatalkan


Petugas saat melakukan pemeriksaan abu vulkanik Gunung Sinabung menggunakan 'paper test' di area landasan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara, Rabu, 2 September 2026 (Dok Kemenhub)

Jakarta, Sumol - Aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara Selasa (01/09/2026) menyebabkan 45 penerbangan dibatalkan, sementara enam penerbangan lainnya harus dijadwalkan ulang atau reschedule.
Meski kondisi bandara kembali normal, Kemenhub tetap mewaspadai aktivitas Gunung Sinabung.

Berdasarkan significant meteorological information (Sigmet) yang bersumber dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada Rabu (02/09/2026) terpantau aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan sebaran awan abu vulkanik hingga ketinggian 14.000 kaki. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan aktivitas penerbangan di bandara tersebut kembali normal setelah pemantauan terbaru tidak menemukan adanya abu vulkanik.

“Hasil pemantauan pada Rabu (02/09/2026) pukul 16.00 WIB, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukenalinya abu vulkanik pada paper test,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, dalam keterangan tertulis yang diterima SumutOnline, Kamis (03/09/2026).

Menurut Lukman, pemeriksaan menggunakan paper test dilakukan di Bandar Udara Internasional Kualanamu selama periode pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Awan abu tersebut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot. Intensitasnya diprakirakan tetap atau tidak mengalami perubahan signifikan. Informasi Sigmet tersebut berlaku pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB pada Rabu (02/09/2026)

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan arah dan kecepatan angin dapat memengaruhi pergerakan abu vulkanik. Jika abu bergerak menuju jalur penerbangan atau kawasan bandara, kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan dan operasional penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperoleh informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api dari sejumlah sumber, antara lain VAAC Darwin dan forecaster stasiun meteorologi. Informasi tersebut menjadi dasar koordinasi dan langkah mitigasi bersama pengelola bandara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Lukman menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Sinabung dan pergerakan abu vulkanik akan terus dilakukan secara berkala.

“Setiap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan pergerakan abu vulkaniknya terus kami pantau secara berkala. Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, langkah mitigasi akan segera dilakukan sesuai kebutuhan,” tandas Lukman.

Kemenhub juga mengingatkan maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi dan asesmen terhadap operasional penerbangannya berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Evaluasi tersebut dapat mencakup penyesuaian jadwal, penundaan, hingga pembatalan penerbangan apabila kondisi dinilai berisiko. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang, awak pesawat, dan seluruh operasional penerbangan. (UPL)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال