SumutOnline Advertise

Lima Lembu Mati, Hinca Minta Kapolres Sidik Tuntas

Lima Lembu Mati, Hinca Minta Kapolres Sidik Tuntas (Foto: Ridho)

Simalungun, Sumol - Lima ekor lembu milik warga Desa Aman Sari, Kecamatan Serbelawan, Kabupaten Simalungun, ditemukan tewas secara misterius di areal perkebunan PTPN IV Dolok Ilir, Afdeling 5, pada Kamis (01/10/2026). Kematian ternak tersebut diduga kuat akibat perbuatan peracunan, memicu kegelisahan mendalam di kalangan masyarakat. Menanggapi aduan yang masuk, Anggota DPR RI Komisi III Hinca Ikara Putra Panjaitan bergerak cepat — turun langsung ke tengah warga di Rumah Aspirasi Bandar Selamat, Minggu (04/10/2026).

Kehadiran Hinca bukan sekadar kunjungan biasa. Beliau menyempatkan diri di tengah kesibukan tugas kenegaraan, termasuk proses penting penunjukan Kapolri baru, demi menjawab keprihatinan warga yang kehilangan sumber penghidupan utama.

Korban kerugian meliputi ternak milik Basri, Dan Rumiati. Bagi mereka, lembu yang mati bukan sekadar hewan ternak — melainkan penopang ekonomi keluarga, harapan masa depan, dan sandaran hidup sehari-hari.

"Saya sangat berharap kepada Bapak Hinca dapat membantu. Lembu itu satu-satunya yang saya miliki. Jika beranak nantinya, itulah yang menopang biaya hidup keluarga saya," ungkap Sumiati dengan penuh harap.

Di hadapan masyarakat, Hinca Panjaitan — politikus Partai Demokrat — menegaskan sikapnya:

"Saya datang ke Serbelawan atas permintaan warga yang menghadapi masalah nyata dan berat: ternak mereka mati, diduga diracun. Kata 'diduga' itu tidak boleh dibiarkan menggantung — harus dibuktikan, diteliti, dan diusut tuntas oleh kepolisian secara profesional."

Langkah nyata langsung diambil. Di tengah pertemuan warga, Hinca melakukan koordinasi langsung — baik melalui panggilan komunikasi maupun pertemuan langsung — dengan Kapolres Simalungun, AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M. Hasilnya: Kapolres telah berkomitmen segera menurunkan tim penyidik yang memadai ke lokasi guna mengungkap seluruh fakta dan bukti secara utuh.

"Kami sudah berbicara langsung. Kapolres akan mengerahkan tim agar data lengkap dan kebenaran terungkap sepenuhnya. Setelah itu, kita cari jalan keluar: bagaimana mencegah hal serupa terulang, serta bagaimana solusi atas kerugian yang diderita warga ini," tegas Hinca.

Masyarakat menuntut kepastian: jika terbukti ada pihak yang berniat jahat, pelaku harus dijerat hukum tanpa pandang bulu. Warga tidak hanya menuntut keadilan atas kerugian yang terjadi, tetapi juga jaminan keamanan — agar ternak mereka tidak lagi menjadi sasaran di masa mendatang.

Kehadiran Hinca Panjaitan di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa aspirasi warga didengar dan ditindaklanjuti. Masyarakat berharap kasus ini tidak berhenti di sekadar laporan, melainkan diusut hingga ke akar-akarnya, keadilan ditegakkan, dan hak-hak warga dilindungi.(DHO)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال