Kepolisian Daerah Sumatera Utara mendistribusikan peralatan bangunan, serta perlengkapan kebersihan ke seluruh wilayah terdampak bencana, khususnya daerah-daerah yang masih terisolasi. (Dok. Polda Sumut)
Jakarta, Sumol - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana melalui upaya berkelanjutan berupa pendistribusian bantuan logistik, peralatan bangunan, serta perlengkapan kebersihan ke seluruh wilayah terdampak, khususnya daerah-daerah yang masih terisolasi.
“Kami sampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana terus kami upayakan secara berkelanjutan melalui pendistribusian bantuan logistik, peralatan bangunan, serta perlengkapan kebersihan ke seluruh wilayah terdampak, terutama daerah-daerah yang masih terisolasi, sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian negara dalam membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan,” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Kapolda menjelaskan, berdasarkan data hingga Minggu (21/12/2025), tercatat sebanyak 1.006 titik bencana alam di wilayah Sumatera Utara yang mengakibatkan 1.196 orang terdampak, dengan 369 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Secara umum, lanjut dia, kondisi pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak bencana telah berangsur pulih. Meski demikian, upaya tersebut tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui penyediaan tangki dan tandon air, pengolahan air bersih menggunakan water treatment oleh Satuan Brimob di wilayah Tapanuli Tengah, serta pembangunan 16 unit sumur bor di Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Langkat.
Selain itu, Polda Sumut juga membangun empat unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penataan sistem drainase pun terus dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana susulan sekaligus meminimalkan risiko munculnya penyakit pascabencana. “Sebagai bagian dari rehabilitasi infrastruktur pascabencana, kami memfokuskan langkah penanganan pada perbaikan permukiman masyarakat, pembangunan sembilan unit hunian sementara di wilayah Tapanuli Selatan, serta peningkatan kualitas jalur transportasi melalui penambahan material pada Jembatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar dia.
Ia menegaskan, Brimobda Polda Sumut turut mendukung pemulihan aktivitas masyarakat melalui berbagai misi kemanusiaan, antara lain penyaluran bantuan sembako dengan berjalan kaki ke Pesantren Tahfidz di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta pembersihan peralatan sekolah di SD Negeri 3 Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Selain itu, dilakukan pula pembuatan bendungan saluran air di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, perbaikan sejumlah tempat ibadah, serta penyaluran makanan melalui Dapur Lapangan di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam rangka memulihkan kondisi masyarakat pascabencana, Polri juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan fisik dan psikologis para pengungsi. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di lima Posko Kesehatan yang tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Langkat, dan Sibolga, yang diselenggarakan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumut.
Selain pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial berupa kegiatan trauma healing juga dilaksanakan oleh Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumut bagi masyarakat terdampak.
Sebagai bagian dari upaya memastikan perayaan Hari Natal berlangsung aman dan lancar, khususnya di wilayah terdampak bencana, Polda Sumut turut melaksanakan langkah-langkah pemulihan, antara lain pembersihan Gereja GKPA Aek Ngadol dan Gereja HKBP Huta Godang di Kabupaten Tapanuli Selatan, pengamanan pelaksanaan ibadah, serta penyiapan tempat ibadah pengganti di posko-posko atau lokasi yang telah disiapkan di wilayah Tapanuli Tengah. (CEM)

