Kemlu RI memfasilitasi gelombang ke empat pemulangan 400 WNI terlibat penipuan daring di Myanmar (Foto: Dok Kemlu RI)
Jakarta, Sumol - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memfasilitasi pemulangan 400 WNI dari Myawaddy, Myanmar, gelombang keempat 91 WNI diterbangkan, Jumat (30/01/2026).
“Keberhasilan pemulangan ini merupakan proses yang panjang dan intensif. Ini merupakan upaya bersama yang dilakukan oleh KBRI Yangon dan KBRI Bangkok,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulis yang diterima SumutOnline.
Puluhan WNI diterbangkan menuju Tanah Air secara bertahap. Pemulangan ini merupakan gelombang keempat dari Myawaddy. Evakuasi menyusul gelombang ketiga pada 21–22 Januari 2026.Proses evakuasi melibatkan perwakilan RI di Myanmar dan Thailand.
Kemlu berkoordinasi dengan instansi nasional memastikan penegakan hukum dan pencegahan. Koordinasi melibatkan KP2MI, Bareskrim, PPATK, Imigrasi, dan Kementerian Sosial.
“Sejumlah WNI bersedia bekerja sama melaporkan dugaan perekrut. Mereka diduga terjebak sindikat penipuan daring lintas negara," ujarnya.
Kemlu RI senantiasa mengimbau agar WNI selalu mengikuti prosedur yang berlaku jika ingin bekerja di luar negeri. “WNI juga diimbau untuk senantiasa menghormati hukum dan peraturan di negara setempat,” ucapnya.
Sebelumnya, militer Myanmar menggencarkan operasi penertiban sindikat daring. Operasi berlangsung Oktober hingga November 2025 di beberapa wilayah.
Dalam operasi tersebut, lebih 400 WNI terjaring bekerja penipuan daring. Pemerintah RI terus mengupayakan perlindungan dan pemulangan WNI. (UPL)

