Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya menegaskan, bahwa pendaftaran sebagai mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi ditutup. (Dok)
Jakarta, Sumol - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta masyarakat mewaspadai oknum yang menawarkan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya menegaskan, bahwa pendaftaran sebagai mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi ditutup.
Ia mengungkapkan, pihaknya menerima informasi adanya praktik jual beli titik SPPG dengan nilai hingga ratusan juta rupiah. Padahal, menurutnya, tidak ada lagi pembukaan pendaftaran pembukaan SPPG.
“Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta,” kata Sony di Jakarta, Sabtu (07/03/2026).
Ia menegaskan BGN akan langsung menurunkan atau membatalkan titik SPPG yang terbukti diperoleh melalui praktik jual beli tersebut. Ia mengingatkan, agar masyarakat mewaspadai penyimpangan berkedok jual-beli titik SPPG.
Ia menegaskan BGN akan langsung menurunkan atau membatalkan titik SPPG yang terbukti diperoleh melalui praktik jual beli tersebut. Ia mengingatkan, agar masyarakat mewaspadai penyimpangan berkedok jual-beli titik SPPG.
“Ketika saya sudah mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa ternyata titik SPPG ini hasil jual beli, ya saya turunkan. Jadi, kepada orang-orang yang meminta uang itu silakan pertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sony juga meminta masyarakat yang mendapat tawaran atau iming-iming tersebut untuk segera melapor ke BGN agar dapat ditindaklanjuti. Menurutnya, setiap titik yang diturunkan otomatis tidak akan diverifikasi oleh BGN dan akan dibatalkan dari sistem kemitraan.
Begitu pun calon mitra yang terlibat juga akan diblokir dari sistem mitra.bgn.go.id. Selain itu, BGN juga mewaspadai adanya modus lain dari oknum yang berpura-pura menjadi korban penipuan setelah membangun dapur untuk melayani program MBG.
“Ada modus pura-pura membangun dulu, kemudian pura-pura ditipu supaya yakin diverifikasi. Tetapi ada juga yang benar-benar kena tipu,” kata Sony.
Ia menjelaskan, dalam beberapa kasus pihaknya meminta calon mitra menyebutkan siapa pelaku penipuan. Jika tidak dapat memberikan informasi jelas, maka diduga kuat itu hanya modus untuk mendapatkan verifikasi dari BGN.
“Kalau dia enggak mau jawab atau bilang ‘ya adalah, Pak’, maka sudah tentu modus. Tetapi kalau benar-benar ditipu, biasanya sudah ada laporan ke polisi dan jelas siapa penipunya,” katanya.
Sony menambahkan, saat ini BGN telah menutup pendaftaran SPPG karena kuota untuk melayani Program MBG telah terpenuhi. Hingga kini, lebih dari 24 ribu SPPG telah berdiri di berbagai wilayah di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Di sisi lain BGN juga akan mengintegrasikan kepesertaan jaminan kesehatan bagi jutaan petugas program makan bergizi nasional. Rencana tersebut bertujuan memberikan perlindungan sosial menyeluruh kepada 1,2 juta petugas lapangan BGN. (LAR)

