Moscow Fashion Week Menyatukan Warisan Global ke Fashion Berkelanjutan (Foto: Ist)
Moskow, Sumol - Moscow Fashion Week kembali menegaskan posisinya sebagai platform fashion global terdepan dengan menghadirkan dukungan nyata bagi desainer muda, penghormatan terhadap tradisi artisan, serta komitmen kuat terhadap praktik berkelanjutan. Runway Moscow kali ini menampilkan lebih dari 300 brand dari Rusia maupun mancanegara, termasuk label dari Turki, Tiongkok, Spanyol, dan Armenia.
Lebih dari 80 peragaan busana mewarnai agenda Moscow Fashion Week, dengan sebagian besar menampilkan karya desainer Rusia yang tengah naik daun. Masterpeace, brand yang mendukung para artisan dari kota-kota kecil dan desa di Rusia melalui kolaborasi elemen dekoratif, menghadirkan koleksi yang teatrikal namun tetap fungsional, mendobrak persepsi bahwa rok bervolume hanya untuk acara formal, dan korset hanya untuk momen istimewa. Atelier Argear menghadirkan koleksi yang merefleksikan kerapuhan dunia modern, sekaligus mengedepankan praktik berkelanjutan melalui pemanfaatan sisa kain produksi. Sementara itu, Esve merayakan ulang tahun ke-10 mereka dengan koleksi yang terasa seperti manifesto feminitas yang diterjemahkan melalui material ringan, siluet rok penuh, detail handcrafted yang presisi, serta perhatian tinggi terhadap detail.
Brand Unke kembali menegaskan komitmennya terhadap filosofi slow fashion, menghadirkan koleksi yang dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang. Palet warna pastel seperti krem, dusty pink, biru langit, dan pistachio mendominasi, dengan permainan drapery, motif yang dibuat samar, serta aksen ikatan dekoratif sebagai titik fokus desain. Desainer Zlata Peczkowska juga mengeksplorasi pendekatan berkelanjutan melalui penggunaan material daur ulang, teknik recycling, serta craftsmanship manual. Dalam koleksi terbarunya, ia memadukan praktik eco-conscious ini dengan motif floral serta referensi bordir historis dan konstruksi busana folklor.
Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam Moscow Fashion Week tahun ini adalah kehadiran brand asal Tiongkok, Xuaujin, yang menghadirkan koleksi terinspirasi dari warisan budaya masyarakat Buyi. Koleksi ini menonjolkan potongan asimetris dan siluet berlapis, memadukan teknik bordir tangan khas Miao serta pewarnaan indigo dengan material kontemporer seperti sutra dan denim.
Sorotan internasional lainnya datang dari desainer asal Turki, Emre Erdemoğlu, yang menghadirkan koleksi dengan kontras antara tailoring arsitektural dan tekstur ekspresif. Koleksi ini menampilkan trench coat dengan potongan pinggang rendah serta jaket minimalis bergaya Japandi yang diperkaya dengan sentuhan detail biker dan aksen metalik.
“Partisipasi dalam Moscow Fashion Week menyoroti perspektif desain, tekstil, dan warisan budaya unik dari Türkiye. Menampilkan elemen-elemen ini di platform internasional yang prestisius tidak hanya memperkuat identitas fashion negara, tetapi juga mendorong apresiasi global terhadap budaya dan kreativitasnya,” ujar Emre Erdemoğlu, menegaskan pentingnya platform Moscow Fashion Week dalam memperluas eksposur internasional bagi desainer emerging dari Turki dan berbagai negara lainnya. (LAR)

