Pencari Kerja Rasakan Manfaat Nyata Program Rabu Walk In Interview (Foto: Ist)
Medan, Sumol - Program Rabu Walk (RW) In Interview yang digagas Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terbukti efektif dalam membantu para pencari kerja mendapatkan pekerjaan. Salah satu kisah sukses datang dari Ruth Rafena Surbakti, seorang pencari kerja fresh graduate yang kini telah bekerja di bagian laboratorium sebuah rumah sakit di Kota Medan.
Ruth, lulusan D3 Laboratorium dari Poltekkes Medan tahun 2025, mengaku sangat bersyukur dapat memperoleh pekerjaan melalui program yang difasilitasi oleh Disnaker Kota Medan tersebut. Sebelum mengenal program ini, ia telah berulang kali melamar pekerjaan ke berbagai rumah sakit, namun belum mendapatkan panggilan.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Sebelum mengetahui program ini, saya sudah melamar ke berbagai rumah sakit tetapi tidak ada panggilan. Setelah mendapatkan informasi tentang Rabu Walk In Interview, saya langsung mencoba dan akhirnya berhasil diterima bekerja,” jelas Ruth dengan nada bahagia saat ditemui di tempat kerjanya Rumah Sakit Hermina Medan, Jalan Gagak Hitam/Ring Road, Rabu (15/04/2026).
Ruth menjelaskan bahwa informasi mengenai program tersebut diperolehnya melalui media sosial Instagram Disnaker Kota Medan. Setelah itu, ia membuat akun pada platform Siduta (Sistem Informasi Terpadu Tenaga Kerja) yang memudahkan proses pendaftaran.
“Prosesnya sangat mudah. Akun Siduta bisa dibuat dari rumah, kemudian saya datang pada hari pelaksanaan dan langsung mengikuti wawancara. Tidak ada kesulitan sama sekali,” jelas Ruth.
Di nilai Ruth program ini sangat membantu, khususnya bagi para fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja. Kesempatan untuk mengikuti wawancara secara langsung dengan perusahaan membuka peluang lebih besar untuk segera memasuki dunia kerja.
“Sebagai fresh graduate program ini sangat membantu saya mendapatkan pekerjaan. Saya juga sudah membagikan informasi ini kepada teman-teman agar mereka ikut mencoba,” ujarnya.
Atas program ini, Ruth pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemko Medan atas inisiatif tersebut.
“Terima kasih untuk Pemko Medan dan Bapak Wali Kota Medan Rico Waas yang telah mengadakan program ini. Saya sangat terbantu dan senang karena melalui program ini saya bisa mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.
Ruth juga mengajak para pencari kerja lainnya untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan melalui Rabu Walk In Interview.
“Untuk teman-teman yang belum bekerja, cobalah program ini karena sangat membantu dan mudah untuk diikuti,” ajaknya.
Senada dengan Ruth, pencari kerja lainnya bernama Listaria Simandalahi juga mengakui program RW-In Interview sangat bermanfaat. Dengan raut wajah bahagia, Listaria mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya setelah berhasil mendapatkan pekerjaan usai mengalami masa jeda kerja selama hampir empat bulan melalui program tersebut. Kini dirinya resmi bekerja di Rumah Sakit Hermina Medan.
“Perasaannya sangat senang. Karena sebelumnya saya sudah keluar dari tempat kerja dan ada jeda hampir empat bulan. Melalui situs web Siduta dan program Rabu Walk-In Interview, saya bisa langsung bergabung di Rumah Sakit Hermina,” ungkap Listaria.
Dijelaskan Listaria, informasi mengenai lowongan pekerjaan diperolehnya dari media sosial Disnaker Kota Medan. Saat itu, Rumah Sakit Hermina membuka kebutuhan untuk posisi Tenaga Teknis Kefarmasian. Ia kemudian mendaftar melalui situs web Siduta.
Menurutnya, proses rekrutmen yang dijalaninya terbilang cepat dan sederhana. Setelah mendaftar secara daring, Listaria menghadiri sesi wawancara yang dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan pada hari Rabu. Hanya berselang dua hari, ia langsung dihubungi oleh pihak HRD Rumah Sakit Hermina.
“Prosesnya itu, kebetulan saya sudah follow Instagram Disnaker. Saya melihat informasi bahwa Rumah Sakit Hermina membutuhkan Tenaga Teknis Kefarmasian. Kemudian saya mendaftar melalui Siduta. Hari Rabu saya datang ke MPP untuk wawancara, dan pada hari Jumatnya puji Tuhan saya langsung dipanggil oleh HRD,” jelas Listaria yang merupakan lulusan D3 Institut Kesehatan Helvetia. (YP)

