SumutOnline Advertise

Mukernas IPSM Usulkan Permensos Kolaborasi Pilar Sosial

Mukernas IPSM Usulkan Permensos Kolaborasi Pilar Sosial (Foto: Indra Sani)

Balige, Sumol - Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) mengusulkan penyusunan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) yang mengatur kolaborasi seluruh pilar sosial di lingkungan Kementerian Sosial.

Usulan itu menjadi salah satu hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IPSM Tahun 2026 yang digelar bersamaan dengan Temu Nasional Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) ke-51 di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

Ketua Umum IPSM Nasional, Prof Andriansyah mengatakan, regulasi tersebut dibutuhkan agar koordinasi antarpilar sosial memiliki dasar yang jelas dan pelaksanaannya lebih efektif hingga tingkat oprasional/akar rumput.

“Pilar-pilar sosial memiliki peran yang sama dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat. Karena itu diperlukan payung hukum agar koordinasi di lapangan lebih terarah dan program pemerintah berjalan lebih efektif,” kata Andriansyah kepada wartawan, Rabu (01/07/2026).

Mukernas diikuti Ketua dan Pengurus IPSM dari seluruh Indonesia, sekitar 1.000 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dari Sumatera Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur pilar sosial. Kegiatan tersebut membahas penguatan organisasi, peningkatan kapasitas relawan sosial, serta koordinasi pelaksanaan program kesejahteraan sosial.

Kegiatan diawali di Hotel Sapadia Balige dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial RI, Pekerja Sosial Ahli Madya Indro Widhi Handoko, yang memaparkan komitmen Kemensos dalam membina Pekerja Sosial Masyarakat sebagai mitra pelaksana program-program sosial di daerah.

Mukernas juga menghadirkan Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, yang menilai PSM merupakan kekuatan sosial yang lahir dari semangat kerelawanan.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana para PSM bekerja tanpa pamrih dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat seperti ini adalah modal sosial yang harus dipertahankan,” ujar Totok.

Mukernas IPSM Usulkan Permensos Kolaborasi Pilar Sosial (Foto: Indra Sani)

Dinas Sosial Perkuat Dukungan

Ketua Panitia, H. Muchrid Nasution mengatakan, penyelenggaraan Mukernas di Balige, Kabupaten Toba diharapkan menghasilkan keputusan yang dapat memperkuat peran IPSM sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat. Keberadaan PSM yang tersebar hingga ke tingkat desa/kelurahan memiliki peran strategis dalam menjangkau kelompok rentan, memberikan pelayanan sosial dasar, serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks—seperti kemiskinan, bencana sosial, perubahan iklim, serta dampak transformasi digital—dibutuhkan kapasitas dan peran PSM yang semakin adaptif, responsif, dan professional,”kata Muchrid Nasution yang akrab dipanggil bang Coki.

Ditambahkan Coki, saat ini masih banyak Kepala Dinas Sosial yang tidak memahami pentingnya Pekerja Sosial Masyarakat sebagai pilar sosial tertua di Kementerian Sosial dan di daerah menjadi binaan Dinas Sosial.

“IPSM Provinsi Sumatera Utara berterima kasih kepada Sekda Provinsi Sumatera Utara yang telah menyurati seluruh Kepala Daerah agar membentuk barisan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) minimal 5 di tiap desa atau kelurahan. Sayangnya, tidak semua Kepala Daerah menanggapi dengan cepat surat tersebut, padahal keberadaan Pekerja Sosial Masyarakat akan sangat membantu penanganan masalah social di akar rumput,”tambahnya.

Untuk itu, Coki Muchrid berharap seluruh Dinas Sosial Kabupaten/Kota di Sumatera Utara memperkuat dukungan terhadap pekerja social dan membuat seluruh pilar social melakukan kolaborasi untuk kepentingan rakyat.

Puncak kegiatan berlangsung melalui Temu Nasional PSM ke-51 yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pekerja Sosial Masyarakat.

Selain menjadi ajang silaturahmi relawan sosial dari berbagai daerah, kegiatan tersebut diisi dengan bakti sosial, pembagian paket sembako, pemberian kacamata untuk lansia, tongkat bantu jalan, alat bantu dengar, kursi roda, serta pameran produk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Peserta juga mengikuti senam diabetes dan jalan santai bersama masyarakat.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf mengikuti kegiatan secara virtual. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pekerja Sosial Masyarakat yang telah mengabdi selama 51 tahun.

Mukernas IPSM Usulkan Permensos Kolaborasi Pilar Sosial (Foto: Indra Sani)

Kementerian Sosial bersama IPSM juga meresmikan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Terintegrasi dengan Posyandu dan Polindes, yang diperkenalkan sebagai Puskesos Terintegrasi pertama di Indonesia.

Program tersebut didukung PT Kalbe Farma dan diresmikan secara simbolis oleh Staf Ahli Menteri Sosial RI Bidang Aksesibilitas Sosial, Abdul Muis.

Mukernas IPSM Tahun 2026 juga menyepakati sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kementerian Sosial.

Rekomendasi tersebut mencakup usulan penyusunan Peraturan Menteri Sosial tentang kolaborasi pilar sosial, peningkatan kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pilar sosial, pengembangan model Puskesos Terintegrasi, dukungan PSM dalam pendataan calon siswa Program Sekolah Rakyat, serta penguatan peran PSM dalam mendukung program-program prioritas pemerintah.

Mukernas ditutup dengan penetapan rekomendasi organisasi yang selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan penguatan kolaborasi pilar-pilar sosial di tingkat nasional.(YP)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال