Wali Kota Gunungsitoli Apresiasi Desa Berkinerja Terbaik dan Pelajar Berprestasi (Foto: Ist)
Gunungsitoli, Sumol - Semangat kebangsaan dan kebersamaan terasa kental dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Gunungsitoli, Senin (17/08/2026). Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, pemerintah, serta masyarakat.
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, bertindak sebagai Pembina Upacara. Turut hadir Wakil Wali Kota Martinus Lase, S.H., Sekretaris Daerah Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, Ketua DPRD Adrianus Zega, S.T., M.Psi., beserta unsur Forkopimda dan kepala perangkat daerah.
Memasuki detik-detik Proklamasi, seluruh peserta berdiri tegak dengan khidmat. Pembacaan Teks Proklamasi menggema, mengingatkan kembali pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Momen paling sakral adalah pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Paskibraka Kota Gunungsitoli 2026. Dengan langkah tegap, disiplin, dan penuh tanggung jawab, bendera Merah Putih berhasil dikibarkan dan berkibar gagah di langit Gunungsitoli.
Keberhasilan ini merupakan buah dari latihan panjang dan kekompakan tim. Adapun petugas yang bertugas yaitu Oman Gusti Ellen Zalukhu sebagai Komandan Kelompok, Angie Anastasia Zalukhu Pembawa Baki, Nathan Hagasaro Hia Pembawa Bendera, Lionel Fourthan Prasetyo Lase Pembentang Bendera, dan Bryan Faomabowo Laoli sebagai Pengerek Bendera. Pasukan pengawal dipimpin Ipda Ifanel Yancemar Harefa, S.H.
Bertindak sebagai Komandan Upacara Iptu Ari Abdi Budi Darmawan, S.H., dan Perwira Upacara Kapten Arhanut Nimerodi Zai.
Penghargaan, Drumband, hingga Maena Tutup Rangkaian
Usai upacara, suasana berubah meriah. Penampilan drumband SDS RK Mutiara Bersubsidi membuka rangkaian hiburan dan disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.
Pemerintah Kota Gunungsitoli kemudian memberikan sejumlah apresiasi sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat berprestasi. Sebanyak 10 desa dengan kinerja tertinggi tahun 2026 menerima penghargaan berdasarkan sistem reward and punishment.
Demi mendukung tumbuh kembang anak, Pemko juga menyerahkan 30 Alat Permainan Edukatif (APE) kepada 30 satuan PAUD di Kota Gunungsitoli.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyematan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI kepada ASN yang telah mengabdi dengan setia selama bertahun-tahun.
Apresiasi turut diberikan kepada anak-anak berprestasi dari Desa Fadoro Lasara binaan TP PKK, serta kepada 11 pelajar Gunungsitoli yang berhasil meraih juara pada Lomba Sempoa AIAMA.
Hadiah juga diserahkan kepada para pemenang Lomba Drumband, LKBB, dan Tenis Meja yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.
Puncak kemeriahan ditutup dengan Maena bersama. Tarian tradisional khas Nias ini diikuti Wali Kota, Wakil Wali Kota, jajaran Pemko, pejabat, dan seluruh undangan. Maena menjadi simbol persatuan, kekeluargaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Peringatan HUT ke-81 RI di Kota Gunungsitoli diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan cinta tanah air, menghargai jasa para pahlawan, serta memacu semangat seluruh elemen masyarakat membangun Gunungsitoli yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (KN01)

