Erupsi Gunung Anak Krakatau 764 Penerbangan Bandara Internasional Soeta Terdampak (Foto: Ist)
Jakarta, Sumol - Dampak erupsi Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta hari ini, Minggu (06/09/2026) tutup sementara hingga pukul 23.59 wib menyusul adanya indikasi sebaran abu vulkanik (volcanic ash), sesuai NOTAM terbaru dari Airnav Indonesia. 746 penerbangan terdampak, 570 penerbangan domestik, 185 penerbangan internasional dan sembilan penerbangan kargo.
"Berdasarkan data penerbangan terbaru, terdapat 764 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya," kata Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan dalam keterangannya di Jakarta.
Dalam pengumuman resmi tertulis :
Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 23.59 WIB.
Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan & untuk informasi kebandarudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerja sama seluruh pengguna jasa Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sebagai langkah antisipasi terhadap penumpang yang terdampak, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang. Bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara. Posko di Terminal 1B juga telah dibuka untuk memudahkan koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan.
Di sisi layanan komersial, manajemen juga telah berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan operasional layanan dapat berlangsung selama 24 jam, sehingga kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara dapat tetap terlayani.
Sebagai informasi, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara pada 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga
09.30 WIB menyusul adanya potensi sebaran abu vulkanik (volcanic ash) dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penutupan sementara ini merupakan langkah mitigasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan.
"Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan penanganan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik selama kondisi tersebut," kata Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan.
Langkah pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan. (UPL)

