Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fisik 80.000 Gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Rabu (31/12/2025), di depan Pasar Induk Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan. (Foto: Ist)
Medan, Sumol - Setelah peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota Medan dilaksanakan beberapa hari sebelumnya di Kelurahan Tanjung Selamat, pekan lalu. Rabu (31/12/2025) Pemko Medan kembali melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fisik 80.000 Gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Rabu (31/12/2025), di depan Pasar Induk Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Capah menegaskan bahwa pembangunan koperasi merupakan pembangunan harapan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan di Lau Cih ini menjadi lanjutan peletakan batu pertama di tingkat kecamatan, yang selanjutnya diharapkan akan dilakukan di 20 kecamatan lainnya di Kota Medan pada tahun 2026,”kata Citra Effendi.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Citra dengan meletakkan batu ke dalam lubang coran yang telah disiapkan, kemudian menyiramkannya dengan campuran semen dan pasir sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik koperasi.
Rico Waas menyebut koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional yang sejak awal kemerdekaan telah diletakkan para pendiri bangsa sebagai wadah ekonomi rakyat berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, setiap pembangunan koperasi harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling dasar.
Peletakan batu pertama Koperasi Merah Putih ini, lanjutnya, menjadi tanda bahwa semangat berkoperasi di Kelurahan Lau Cih terus tumbuh dan berkembang. Hal tersebut merupakan bukti nyata adanya keinginan kuat masyarakat untuk maju bersama, mandiri secara ekonomi, serta tidak bergantung sepenuhnya pada pihak lain.
Pemko Medan, tambah Rico Waas, menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif, komitmen, dan kerja keras pengurus serta seluruh anggota Koperasi Merah Putih. Ia meyakini koperasi yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel akan menjadi kekuatan ekonomi lokal yang mampu meningkatkan pendapatan anggota sekaligus menggerakkan roda perekonomian di tingkat kelurahan.
Rico Waas berharap Koperasi Merah Putih ke depan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan-pinjam atau perdagangan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif, memberdayakan usaha mikro dan kecil, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. (YP)

