Medan, Sumol - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara merilis pembaruan data dampak banjir dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumut. Hingga pembaruan terakhir per 1 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat 1.367.760 jiwa terdampak, dengan 73.199 warga mengungsi, serta 240 korban meninggal dan 182 hilang.
“Situasi bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara sangat serius. Data yang kami himpun menunjukkan dampak yang sangat luas, baik dari sisi jumlah warga terdampak, korban jiwa, maupun kerusakan infrastruktur. Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mempercepat penanganan,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, Senin (01/12/2025).
Berdasarkan data BPBD, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Langkat, dan Mandailing Natal menjadi wilayah dengan dampak terbesar, baik dari segi jumlah penduduk terdampak maupun korban jiwa.
Tapanuli Tengah mencatat 294.924 jiwa terdampak, dengan 508 luka-luka, 82 meninggal, dan 104 hilang. Sibolga mencatat 91.747 jiwa terdampak dan 47 meninggal.
Langkat menghadapi banjir bandang dengan 502.440 jiwa terdampak dan ribuan warga masih mengungsi.
Tuahta menegaskan bahwa kondisi medan yang berat, putusnya akses jalan, cuaca ekstrem, serta luasnya daerah terdampak menjadi kendala utama dalam percepatan distribusi bantuan.
“Jalur transportasi darat banyak yang terputus, terutama di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Langkat. Ini menyebabkan proses evakuasi dan distribusi bantuan membutuhkan dukungan peralatan berat dan transportasi udara,” jelasnya. (YP)

