Praka Farizal Rhomadon (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesia - Seorang prajurit Kontingen Garuda Pasukan Perdamaian PBB United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL ) Lebanon Selatan meninggal dunia saat terjadi serangan Israel Minggu (29/03/2026) pukul 20.44 waktu setempat. Kemlu melaporkan ada 3 anggota TNI lain yang cedera setelah tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr
"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/03/2026).
Prajurit yang tewas Praka Farizal Rhomadon tengah menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. RI menegaskan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon.
"Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (30/3/2026), mengonfirmasi duka yang mendalam tersebut. Selain Farizal, insiden di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr itu juga melukai tiga prajurit lainnya.
"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico dalam keterangan pers, SPrajurit kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 itu bukanlah sosok biasa. Bergabung dalam Yonif 113/Jaya Sakti, Farizal menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di kesatuannya.
Selama mengabdi, ia pernah menerima dua tanda kehormatan negara: Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Keduanya menjadi bukti dedikasi tanpa henti yang ia persembahkan untuk bangsa.
Kepergian Farizal meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ia cintai. Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak perempuan, Shanaya Almahyra Elshanu, yang masih berusia dua tahun. (UPL)

