Tim INAFIS Sat Reskrim bersama Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun menggunakan teknologi Management Biometric System untuk mengidentifikasi korban (Foto: Zico Taruna)
Simalungun, Sumol - Tim INAFIS Sat Reskrim bersama Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun menggunakan teknologi MAMBIS (Management Biometric System) untuk mengidentifikasi korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia di Jalan Umum Km 18–19 jurusan Pematangsiantar - Parapat, tepatnya di Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Selasa (17/02/2026) malam. Hingga Rabu (18/02/2026) sore, identitas korban belum berhasil ditemukan.
Kanit Gakkum Sat Lantas, IPDA Yancen Hutabarat, menjelaskan bahwa sidik jari korban telah diambil tim INAFIS dan dipindai menggunakan perangkat MAMBIS untuk dicocokkan dengan database kependudukan nasional. Namun hasil pencarian belum menunjukkan kecocokan data.
“Tim sudah bekerja maksimal melakukan pemindaian sidik jari korban, tetapi data tidak ditemukan. Kemungkinan korban belum pernah merekam biometrik atau tidak memiliki dokumen kependudukan,” ujarnya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat mobil angkutan umum Daihatsu Grand Max bernomor polisi BK 1137 WS melaju dari arah Parapat menuju Pematangsiantar. Berdasarkan keterangan saksi, seorang pejalan kaki yang diduga ODGJ tiba-tiba menyeberang sehingga pengemudi tidak sempat menghindar.
Polisi menyatakan pengemudi dalam kondisi sehat serta memiliki SIM dan STNK lengkap, sementara kendaraan memenuhi standar keselamatan. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp3 juta.
Petugas telah melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi lintas unit untuk proses identifikasi. Meski teknologi MAMBIS belum berhasil mengungkap identitas korban, kepolisian masih melakukan penelusuran melalui informasi masyarakat, rumah sakit, dan panti rehabilitasi.
Polisi mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri korban agar segera melapor ke Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun. Jenazah saat ini masih berada di rumah sakit menunggu pihak keluarga yang sah.(SS01)

