SumutOnline Advertise

Tol Sinaksak-Simpang Panei Beroperasi Gratis 1-3 Mei 2026

Ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (KUTEPAT) Seksi 4 segmen Sinaksak–Simpang Panei yang membentang sepanjang 12,86 kilometer akan resmi beroperasi tanpa dipungut biaya (Foto : Ist)

Pematangsiantar, Sumol - Akses menuju berbagai kawasan strategis di Sumatera Utara, termasuk destinasi unggulan Danau Toba, semakin terbuka lebar. PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) mengumumkan bahwa ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (KUTEPAT) Seksi 4 segmen Sinaksak–Simpang Panei yang membentang sepanjang 12,86 kilometer akan resmi beroperasi tanpa dipungut biaya. Layanan ini mulai berlaku pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, bertepatan dengan masa libur panjang Hari Buruh Internasional yang berlangsung hingga 3 Mei 2026.

Pengoperasian ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1786/KPTS/Mn/2026 yang diterbitkan pada 9 April 2026. Sebelum diresmikan untuk digunakan secara luas, ruas tol ini telah melalui serangkaian tahap pengujian dan verifikasi ketat guna memastikan seluruh aspek keamanan, kualitas infrastruktur, dan kenyamanan pengguna jalan telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan.

Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, menegaskan bahwa ruas tol ini telah memenuhi seluruh ketentuan Standar Pelayanan Minimal yang berlaku. Bahkan, setelah melaksanakan Uji Laik Fungsi pada 17–19 November 2025, ruas tol ini berhasil meraih Sertifikat Laik Operasi dengan predikat bintang 5 dari Kementerian Pekerjaan Umum yang diterbitkan pada 23 Januari 2026.

“Kami tidak hanya memastikan kualitas fisik jalannya saja, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang bertugas melalui pelatihan dan simulasi menyeluruh. Mulai dari pemahaman keselamatan lalu lintas, pengelolaan fasilitas pendukung, pemberian pelayanan terbaik, hingga kemampuan menangani keadaan darurat. Semua ini kami siapkan agar setiap perjalanan yang dilalui masyarakat berjalan aman, lancar, dan nyaman,” jelas Dindin.

Keandalan ruas tol ini juga telah dibuktikan melalui uji coba operasional yang dilaksanakan pada dua momen libur besar sebelumnya, yaitu libur Natal 2025–Tahun Baru 2026 serta masa Lebaran Idul Fitri 2026. Dalam dua periode tersebut, ruas tol ini telah dilalui oleh lebih dari 165 ribu kendaraan dan mencatatkan catatan prestisius, yaitu zero fatality atau tidak ada kejadian korban jiwa. Hal ini sekaligus menjadikan ruas tol ini sebagai salah satu jalur perjalanan pilihan utama masyarakat Sumatera Utara.

Kehadiran infrastruktur ini membawa perubahan besar dalam pola perjalanan dan konektivitas wilayah. Perjalanan dari Medan menuju kawasan Danau Toba yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh sekitar enam jam, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja. Perubahan ini tentu akan sangat memudahkan aktivitas masyarakat, baik untuk keperluan pribadi, pekerjaan, maupun kunjungan wisata.

Untuk menunjang kelancaran operasional, ruas tol ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai, di antaranya 1 unit gerbang tol, 6 jalur layanan, serta didukung oleh 32 orang petugas yang bersiaga penuh setiap harinya. Layanan yang disediakan meliputi patroli rutin ke seluruh titik jalur, layanan derek kendaraan, ambulans untuk keadaan darurat, hingga sistem pemantauan lalu lintas secara langsung yang beroperasi 24 jam non-stop.

Ke depannya, ruas tol ini akan dioperasikan secara permanen tanpa batasan waktu akses. Manfaat yang diberikan pun tidak hanya dirasakan dalam aspek perjalanan, tetapi juga memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Jalur ini akan memperlancar distribusi barang dan logistik, membuka akses menuju kawasan industri dan pelabuhan, serta menarik minat investasi yang pada akhirnya akan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. (DHO)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال