OTT KPK, Dua Wakil Rektor, Dosen Teladan Universitas Jenderal Soedirman Ditahan (Foto: Ist)
Jakarta, Sumol - Dua Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Keduanya yakni Wakil Rektor Bidang Akademik, NF dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, NAP.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Rektor dan Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diduga berkaitan dengan pengondisian penerimaan mahasiswa baru kedokteran.
"Dugaan adanya pengondisian penerimaan mahasiswa baru (kedokteran)," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Jumat (21/08/2026).
Dalam OTT di wilayah Purwokerto, Kamis (20/08/2026), Jawa Tengah, KPK menangkap 14 orang. Sebanyak 12 orang ditangkap di Purwokerto dan dua orang lainnya di Jakarta. Dua orang yang diamankan di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK Merah Putih Jakarta. Sementara itu, 12 orang lainnya diperiksa di Polres Banyumas.
"Dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus,”tambah Setyo.
Dosen Teladan
Berdasarkan laman Unsoed, NF memiliki latar belakang akademik di bidang pertanian, khususnya agronomi dan pemuliaan tanaman. Dia menyelesaikan pendidikan S1 Agronomi di Universitas Jenderal Soedirman, kemudian melanjutkan S2 dan S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan bidang Pemuliaan.
NF juga tercatat menerima sejumlah penghargaan, diantaranya Dosen Teladan III Tingkat Fakultas serta Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun.
Sementara itu, NAP, memiliki latar belakang akademik di bidang perairan, biologi, dan bioteknologi. NAP menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Jenderal Soedirman, kemudian melanjutkan S2 Biologi di universitas yang sama. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Gadjah Mada pada bidang Bioteknologi.
NAP tercatat memiliki sejumlah prestasi akademik. Ia pernah menerima Beasiswa Habibie Center pada 2008–2011 dan Beasiswa DIKTI Sandwich pada 2010. Norman juga meraih predikat cum laude saat menyelesaikan S2 di Unsoed pada 2008 dan S3 di UGM pada 2012. Pada 2018, ia mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Universitas Jenderal Soedirman. (UPL)

