Enam pasangan Putra-putri Kebudayaan Kota Medan bersama Budayawan Kota Medan, Muhar Omtatok dan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. (Dok Pemko Medan)
Medan, Sumol - Tanggal 8-10 Oktober 2026 akan menjadi akhir pekan istimewa untuk warga kota Medan. Pemerintah Kota Medan dengan bangga mempersembahkan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026, sebuah festival tahunan yang meriah dan penuh warna. Selama tiga hari penuh, atmosfer kota akan dipenuhi dengan berbagai kompetisi unik, Lomba Kampung Budaya, Perlombaan Menegakkan Keris, Lomba Kuliner Nasi Hadap-Hadapan Multietnis, Perlombaan Berbalas Pantun Melayu, Lomba Tari Kreasi Zapin Melayu hingga lomba sejumlah permainan tradisional.
“Dengan tema utama "Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya," event ini bertujuan untuk melestarikan tradisi nenek moyang kita sembari terus berinovasi dalam mengekspresikan jati diri sebagai warga Medan yang multietnis. Ini adalah momen kita bersama untuk menunjukkan bahwa Medan adalah rumah bagi keharmonisan dalam keberagaman,”ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution didampingi Budayawan Muhar Omtatok jelang pertemuan dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (01/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Ahmad Barli Mulia Nasution dan Budayawan Muhar Omtatok membawa serta enam pasang Putra-Putri Kebudayaan yang siap dikirim ke tingkat provinsi pada November mendatang.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban menegaskan bahwa kekayaan budaya Kota Medan tidak sekadar untuk ditampilkan, tetapi harus dipahami secara utuh oleh generasi muda yang mengemban misi memperkenalkannya.
Ia meminta para pemenang Putra-Putri Kebudayaan Kota Medan yang akan berlaga di tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk memperdalam pengetahuan tentang kebudayaan daerah secara komprehensif.
Rico Waas menggarisbawahi bahwa pemahaman kebudayaan tidak boleh berhenti pada seni pertunjukan semata, melainkan harus mencakup sejarah hingga kekayaan kuliner yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Medan.
“Pelajari tentang kebudayaan itu, mulai dari sejarah, kuliner, hingga seni. Kalian harus bisa mempelajari budaya secara mendalam,” ujar Rico Waas.
Ia menambahkan, keberadaan Duta Budaya memiliki peran strategis dalam menumbuhkan rasa bangga dan cinta generasi muda terhadap keberagaman etnis serta budaya yang hidup harmonis di Kota Medan.
Rico Waas juga turut memberikan apresiasi atas rencana gelaran Pekan Kebudayaan Daerah yang dinilai mampu menjadi wadah edukasi budaya, dengan catatan tetap menjaga keaslian unsur tradisionalnya.
"Merawat pusaka menjunjung budaya adalah wujud nyata dalam melestarikan nilai-nilai luhur dan identitas kebudayaan bangsa. Di tengah arus modernisasi, merawat pusaka berarti memastikan bahwa jati diri, sejarah, dan kearifan lokal tidak hilang dimakan zaman," pungkas Muhar. (YP)


