Aceh Tamiang, Sumol -Tujuh hari terisolasi akibat banjir bandang, akses jalan Medan–Aceh Tamiang yang sempat tertutup material banjir kini mulai dapat dilalui, Selasa (02/12/2025). Bantuan pangan juga baru tiba hari ini, namun hanya bisa disalurkan ke 2 kecamatan, sementara 10 kecamatan lainnya masih terancam kelaparan.
“Kendaraan roda empat sudah mulai bisa melintas, meski masih terbatas. Targetnya besok pagi jalur ini bisa pulih seratus persen,” ujar Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Banjir, longsor dan banjir bandang menerjang Provinsi Aceh,Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat 25 November 2025. 14 Kabupaten/Kota di Provinsi ditetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Pidie, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Subulussalam, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Barat, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Utara dan Aceh Barat Daya
Aceh Tamiang yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Utara terisolir akibat bencana itu. Ribuan warga Aceh Tamiang terancam kelaparan karena krisis pangan, listrik dan alat komunikasi padam.
Bantuan melalui jalur laut dikirim dari Banda Aceh menuju Langsa dengan estimasi perjalanan dua hari. Logistik untuk Kota Langsa telah tiba di Dinas Sosial setempat, sementara bantuan untuk Aceh Tamiang sedang bergerak menuju lokasi dan mulai didistribusikan bertahap.
Untuk titik-titik yang belum dapat diakses, pengiriman dilakukan melalui helikopter. “Kami menugaskan helikopter untuk melakukan air drop di beberapa lokasi seperti Lapangan Dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka,” jelasnya.
Bantuan tahap awal yang dikirim meliputi 100 paket makanan siap saji, 100 hygiene kit, 50 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, dan 25 set alat kebersihan.
Abdul Muhari menyebut bahwa terbukanya kembali jalur Medan–Aceh Tamiang–Langsa–Lhokseumawe akan mempercepat seluruh proses penanganan darurat. “Dengan akses darat yang kembali terbuka, distribusi bantuan, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta pembersihan material dapat dilakukan lebih optimal,” ujarnya.(YP)

