SumutOnline Advertise

Bantah Kotak-kotakan Wartawan, Sekretaris Forwaka Tegaskan Pertemuan Bahas Pelantikan

Bantah Kotak-kotakan Wartawan, Sekretaris Forwaka Tegaskan Pertemuan Bahas Pelantikan (Foto: Yonimasari)

Gunungsitoli, Sumol - Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Gunungsitoli dan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli membantah tudingan adanya praktik "kotak-kotakan wartawan" dalam pemberian informasi. Klarifikasi ini disampaikan menyusul pemberitaan di sejumlah media online yang menyebut Kajari Gunungsitoli, Firman Halawa, diduga hanya terbuka kepada wartawan tertentu usai pertemuan dengan Forwaka di Resto Janji Jiwa, Senin, 13 April 2026.

Sekretaris Forwaka Gunungsitoli, Haogo Zega, menegaskan pertemuan dengan Kajari Firman Halawa dan Kasi Intel Yaatulo Hulu tersebut membahas rencana pelantikan Forwaka Gunungsitoli.

"Pertemuan itu untuk membahas pelantikan, sekaligus Forwaka meminta saran dan masukan untuk suksesnya rencana pelantikan," kata Haogo Zega, Jumat (17/04/2026).

Haogo menjelaskan, di sela diskusi pelantikan, beberapa pengurus Forwaka secara spontan mengonfirmasi isu yang beredar di publik terkait penanganan kasus dugaan korupsi RSU Pratama Kabupaten Nias.

"Jadi tidak ada konferensi pers. Konfirmasi kasus itu tidak terencana sebelumnya, itu spontan dan hanya kebetulan di sela-sela diskusi," ujarnya.

Ia menambahkan, Forwaka merupakan wadah wartawan yang dibentuk secara berjenjang dari pusat hingga daerah, memiliki AD/ART, dan bertujuan menjadi mitra strategis kejaksaan dalam menyampaikan informasi penegakan hukum kepada publik.

"Forwaka ini sama dengan organisasi kewartawanan lainnya. Kami siap bersinergi dengan siapa pun, terutama rekan-rekan pers," tegas Haogo.

Ia mencontohkan, Forwaka Sumut pernah menggelar safari Ramadan bersama PWI dan SMSI.

Haogo mengajak seluruh wartawan untuk menjaga kebersamaan dan bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik. Ia juga berharap Kejari Gunungsitoli memberikan informasi kepada wartawan tanpa dibeda-bedakan.

"Kami yakin Kejari Gunungsitoli tidak ada niat mengkotak-kotakan wartawan, dan harapan kami dapat bersinergi dengan semua pers sesuai SOP," tambahnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Gunungsitoli, Yaatulo Hulu, menegaskan pihaknya tidak berniat membedakan wartawan. Ia membenarkan agenda pertemuan adalah rencana pelantikan Forwaka".

"Pada pertemuan itu rekan-rekan Forwaka menyelingi pertanyaan atas isu liar seputar penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan RSUP Kabupaten Nias, dan Pak Kajari menanggapi untuk meluruskan informasi. Jadi tidak ada konferensi pers dan tak ada niat mengkotak-kotakan wartawan," jelasnya. (KN01)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال