Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan meluncurkan "Buku Saku 0%, (Foto: KSP)
Jakarta, Sumol - Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan meluncurkan "Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026".
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan bahwa Buku Saku 0% ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai dukungan pemerintah, serta memastikan setiap bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada pihak yang berhak.
“Buku Saku 0% memuat berbagai program bantuan pemerintah sebagai satu kesatuan program yang terintegrasi bagi rakyat, mulai dari masa dalam kandungan hingga lanjut usia. Buku ini menjawab pertanyaan mendasar, yaitu dukungan apa saja yang sebenarnya diterima rakyat dari negara, serta bagaimana cara mengaksesnya,” jelas Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (08/04/2026).
Qodari memaparkan bahwa Buku Saku 0% ini menegaskan arah besar program Presiden Prabowo bahwa kesejahteraan adalah dukungan yang berkelanjutan sepanjang hayat. “Negara tidak hanya hadir saat rakyat menghadapi kesulitan, tetapi juga memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja secara mandiri, hingga hidup sejahtera di masa tua,” terang Qodari.
Muhammad Qodari juga mengungkap bahwa Buku Saku 0% ini secara transparan menampilkan simulasi angka konkret dukungan dari negara di level keluarga. Salah satunya, adalah keluarga Naila di Makassar yang sebelumnya berada di kondisi sangat rentan, kini menerima dukungan terintegrasi mulai dari Sekolah Rakyat, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan, Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, hingga perlindungan sosial dan subsidi listrik, dengan total dukungan mencapai Rp208 juta per tahun. “Artinya Naila bisa sekolah tanpa khawatir, keluarganya tidak lagi terbebani kebutuhan dasar, dan ada peluang nyata bagi keluarga ini untuk keluar dari lingkaran kemiskinan,” ungkap Qodari.
Semangat Miskin 0 Persen
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Angga Raka Prabowo yang turut hadir dalam peluncuran buku mengatakan bahwa buku saku ini diambil dari semangat besar Presiden Prabowo untuk menyejahterakan masyarakat dan mengangkat mereka dari jurang kemiskinan.
“Sesuai dengan semangat Bapak Presiden yang ingin mengentaskan kemiskinan dari Republik Indonesia. Semangat yang ingin dilakukan Bapak presiden ini adalah semangat yang berlandaskan konstitusi,” ucap Angga.
Angga Raka Prabowo berharap dengan adanya Buku Saku 0%, bantuan dapat tepat sasaran, terlebih pemerintah saat ini telah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data untuk menyalurkan program prioritas.
“Kita berupaya semaksimal mungkin agar penerima manfaat adalah orang-orang yang memang berhak,” tambah Angga yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital tersebut.
Melalui peluncuran Buku Saku 0% ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Bakom RI, turut hadir dalam peluncuran Buku Saku 0% yakni Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, serta Ketua Umum Asosiasi Analisa Kebijakan Indonesia (AAKI) Prof. Dr. Trubus Rahardiansah. (UPL)

