Prabowo : 2-3 Tahun ke Depan, Indonesia Bebas Permasalahan Sampah (Foto: Ist)
Jakarta, Sumol - Presiden Prabowo Subianto menargetkan penanganan persoalan sampah di seluruh Indonesia dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga tahun melalui pemanfaatan teknologi dalam negeri.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, kepala badan, pejabat eselon I kementerian/lembaga, dan pimpinan BUMN di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (08/04/2026).
Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah telah menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta kalangan akademisi untuk mengembangkan solusi teknologi yang aplikatif dan terjangkau.
“Saya telah meminta para profesor dan perguruan tinggi untuk bekerja. Kita sudah memiliki teknologi untuk mengelola sampah dengan biaya yang tidak mahal,” ujarnya.
Menurut Presiden, Indonesia tidak perlu bergantung pada teknologi impor yang berbiaya tinggi, karena kemampuan dalam negeri dinilai cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.Ia optimistis, dengan pemanfaatan teknologi lokal, masalah sampah di berbagai wilayah dapat diatasi secara menyeluruh.
“Dalam waktu dua sampai tiga tahun, kita targetkan tidak ada lagi wilayah di Indonesia yang terdampak persoalan sampah,” tegas Presiden Prabowo.
Selain pengelolaan sampah, Presiden juga menyoroti pentingnya percepatan transisi energi menuju sumber energi terbarukan yang berbasis potensi dalam negeri.
Satu hal, Presiden menyebut Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, mulai dari batu bara hingga bahan baku alternatif seperti singkong dan jagung yang dapat diolah menjadi bahan bakar.
“Kita memiliki cadangan energi yang besar. Dari sumber daya yang ada, kita bisa menghasilkan bahan bakar sendiri,” katanya.
Presiden menilai kondisi global yang penuh tantangan justru menjadi momentum untuk mempercepat kemandirian energi nasional.
“Krisis dunia adalah peluang untuk mempercepat langkah kita menuju kemandirian,” ujarnya. (LAR)

