SumutOnline Advertise

Buddha Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Bencana Aceh Tamiang


Hunian Sementara pengungsi Aceh Tamiang. (Foto: Humas Kementerian ATR/BPN)

Jakarta, Sumol - Pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh terus dipercepat melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mengapresiasi kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi dan pengusaha Sugianto Kusuma alias Aguan yang telah membantu membangun rumah bagi warga terdampak bencana sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascabencana. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, Pak Aguan, yang telah membantu masyarakat melalui pembangunan huntap ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah terdampak bencana," ujar Menteri Nusron sebagaimana siaran persnya yang diterima SumutOnline, Sabtu (25/07/2026).

Nusron Wahid menjelaskan pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare untuk kawasan hunian tetap. Dari total rencana pembangunan sebanyak 500 unit rumah, sebanyak 108 unit telah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan sisanya akan dilanjutkan secara bertahap oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Menurutnya, Kementerian ATR/BPN akan memastikan seluruh proses pertanahan berjalan cepat sehingga pembangunan Huntap dapat segera diselesaikan dan masyarakat memperoleh tempat tinggal yang aman serta layak huni.

Ia menegaskan percepatan pembangunan hunian tetap merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan negara dalam setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan rumah, hingga pemberian kepastian hukum atas tanah masyarakat. "Ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, masyarakat yang terdampak bencana harus segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak," kata Nusron.

Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN menilai keberhasilan pemulihan pascabencana tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak melalui semangat gotong royong. "Karena itu, pemerintah bergerak bersama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial seperti Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi bukti bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat," ujarnya.

Kementerian ATR/BPN juga terus memastikan seluruh aspek pertanahan yang mendukung pembangunan hunian tetap dapat diselesaikan tepat waktu agar proses rehabilitasi bagi masyarakat terdampak berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian hukum atas aset tanah mereka. (UPL)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال