Bobby Nasution yang saat itu menjabat Walikota Medan bersama istrinya Kahiyang Ayu membuka secara resmi Medan Fashion Festival (MFF) yang berlangsung selama empat hari, mulai 10-14 Juli 2024 di Santika Dyandra Convention Hall Medan. (Foto : Dok Pemko Medan)
Medan, Sumol - Mantan Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Benny Iskandar Nasution ‘nyanyi’ di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan. Benny Iskandar mengaku takut dicopot dan dibawah ancaman penomoran jabatan hingga terpaksa melakukan penyelenggaraan Medan Fashion Festival (MFF) 2024.
Benny mengungkapkan, inisiasi pelaksanaan MFF 2024 berawal dari pemanggilannya oleh istri Wali Kota Medan (ketika itu) Bobby Nasution, yakni Kahiyang Ayu. "Awalnya ada acara, saya dipanggil Ibu Wali Kota Medan Kahiyang Ayu. Saat itu, Ibu bilang, 'Kamu bisa tidak buat kegiatan besar seperti Medan Fashion Festival?' Kemudian artis nasional untuk kegiatan tersebut dipilih oleh Ibu Kahiyang," kata Benny dalam keterangannya di persidangan.
Benny menambahkan, ia dan jajaran pejabat Pemko Medan saat itu berada di bawah bayang-bayang ancaman penomoran jabatan jika tak menuruti arahan tersebut. "Pimpinan bilang kalau semua tidak terjadi maka kami akan dicopot," tegasnya.
Pernyataan Benny di respons menohok oleh Hakim Anggota Asad Rahim Lubis yang menyindir sikap para pejabat Pemko Medan yang terkesan tunduk tanpa memikirkan aturan hukum. "Kalian terlalu takut sama Bobby," cetus Hakim Asad di ruang sidang.
Dalam perkara dugaan korupsi MFF 2024 ini, Jaksa Penuntut Umum menetapkan empat orang terdakwa, yaitu Benny Iskandar Nasution (Mantan Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Medan). Erwin Saleh (Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan). Anwar Syarif (Kepala Bidang Koperasi UKM sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK), dan Mhd Hamdani (Direktur CV Global Mandiri selaku mitra penyedia).
Berdasarkan fakta persidangan, Dinas Koperasi UKM Perindag Medan menerima alokasi APBD Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp5,19 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ditetapkan senilai Rp4,85 miliar. Acara MFF kemudian dihelat pada 10-13 Juli 2024 di salah satu hotel berbintang di Medan.
Namun, Inspektorat Kota Medan menemukan serangkaian penyimpangan anggaran dalam realisasinya. Dugaan pelanggaran itu di antaranya adanya fasilitas fiktif/ganda. Anggaran tetap dicairkan penuh sebesar Rp4,85 miliar, padahal sejumlah komponen pengadaan seperti kursi acara sebenarnya sudah disediakan secara gratis sebagai fasilitas hotel. Kemudian ada pula selisih pembayaran vendor. Nilai riil pekerjaan yang dikerjakan dan diketahui oleh pihak vendor hanya sebesar Rp3,37 miliar (Rp3.378.207.522), sehingga terdapat selisih anggaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp1,47 miliar (Rp1.476.131.778).
Berikutnya temuan terkait adanya aliran dana non-kewajaran. Benny disebut meminta sejumlah pembayaran di luar ketentuan kepada Direktur CV Global Mandiri Mhd Hamdani, antara lain fee loading hotel tertunggak Rp70 juta, honorarium koreografer dan music director, hingga honor desainer nasional seperti Imelda Ahyar, Dani Satriadi, dan Hendy Huang.
Secara total, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Medan, perbuatan para terdakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,04 miliar. Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat dengan Pasal 603 jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP) jo Pasal 18 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.
Kasus korupsi Medan Fashion Festival (MFF) 2024 mengemuka ke publik setelah jajaran kejaksaan dan pengawas internal Pemko Medan menemukan indikasi mark-up harga serta kegiatan fiktif dalam pos APBD TA 2024. MFF awalnya digadang-gadang sebagai ajang promosi industri kreatif unggulan Kota Medan dengan menggandeng desainer lokal, nasional, serta deretan model papan atas.
MFF 2024 yang mengusung tema "Beragam Budaya" diisi dengan berbagai kegiatan. Di hari pertama menyajikan Young Designer Competition dan Model Competition. Hari kedua menampilkan Fashion Designer “Fashion School Student” dan Fashion Designer “Muslim Wear”.
Kemudian di hari ketiga, menampilkan Fashion Designer Wedding dan Fashion Designer Ready to Wear. Sedangkan di hari keempat menampilkan Parade Desainer Dekranasda MFF dan hasil karya dari para desainer nasional yang masing-masing menampilkan wastra dari etnis yang ada di Kota Medan. MFF kian meriah lagi dengan penampilan penyanyi ibu kota Andmesh Kamaleng. (YP)

%202024.jpg)