Nias Barat Darurat Banjir 7 Hari, 321 KK di Lahomi Terima Bantuan (Foto: Yonimasari Hulu)
Nias Barat, Sumol - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Nias Barat pada Minggu (06/09/2026) malam menyebabkan banjir di 13 desa pada 4 kecamatan. Sebanyak 595 Kepala Keluarga terdampak.
Merenspons cepat, Pemerintah Kabupaten Nias Barat langsung menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak di Kecamatan Lahomi, Senin (07/09/2026) malam.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Nias Barat, Ernawati Gulo, S.Pd., M.M. Turut hadir Asisten II, Kepala OPD, Camat Lahomi, Sekretaris BPBD, Sekretaris Dinsos, Sekretaris Kominfo, serta Tim Reaksi Cepat TRC Penanggulangan Bencana. Personel Batalyon TP 903/Baluseda dan Pj. Kepala Desa juga membantu proses distribusi.
Logistik berupa beras, mi instan, dan telur sebelumnya disiagakan di Kantor Bupati Nias Barat. Pendistribusian menggunakan mobil angkutan milik Pemkab dilakukan mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Bantuan disalurkan melalui 2 posko, pertama Posko Lahomi I, Desa Onolimbu, Sitolumbanua/Bawadasi, Lologundre, dan Iraonogaila, kedua Posko Lahomi II, Desa Onowaembo dan Desa Tiga Serangkai
Total penerima di Kecamatan Lahomi sebanyak 321 KK. Rinciannya: Bawadasi 88 KK, Tiga Serangkai 97 KK, Onowaembo 81 KK, Iraonogaila 39 KK, Lologundre 21 KK, dan Onolimbu 3 KK.
"Ini bentuk kehadiran negara untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Penyalurannya harus cepat, tertib, dan tepat sasaran," ujar Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu.
Bersamaan dengan penyaluran bantuan, Pemkab Nias Barat menetapkan Status Keadaan Darurat Tanggap Darurat Bencana Banjir selama 7 hari, terhitung 7 hingga 13 September 2026.
Penetapan dilakukan setelah rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, Kejaksaan, Batalyon, camat, dan perangkat daerah terkait.
"Penetapan tanggap darurat selama tujuh hari ini bukan berarti keadaan akan berlangsung selama tujuh hari. Kita berharap hujan segera berhenti. Tetapi pemerintah harus siap apabila hujan berlanjut dan banjir kembali meningkat," kata Bupati.
Masa tanggap darurat akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca, kondisi banjir, kebutuhan masyarakat, dan hasil kaji cepat BPBD.
"Apabila kondisi membaik akan disesuaikan. Namun jika penanganan masih diperlukan, status dapat diperpanjang sesuai ketentuan," ujarnya.
Distribusi Sirombu dan Mandrehe Dilanjutkan
Untuk Posko Sirombu dan Posko Mandrehe, pendistribusian dijadwalkan esok hari karena logistik masih dalam tahap penyiapan.
Pemkab Nias Barat mengimbau masyarakat di sekitar sungai dan kawasan rawan banjir agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah. (KN01)

