SumutOnline Advertise

4.440 Ha Hutan di Riau Terbakar Sejak Januari

4.440 Ha Hutan di Riau Terbakar Sejak Januari (Foto: Ist)

Riau, Sumol - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus berlangsung intensif. Hingga akhir Maret 2026, luas kebakaran yang tercatat di wilayah tersebut mencapai ribuan hektare, dengan sejumlah titik api masih dalam proses pemadaman.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Lingkungan Hidup, luas karhutla di Riau selama periode Januari hingga Februari 2026 mencapai 4.440,2 hektare.

“Untuk luasan kebakaran berdasarkan analisis citra satelit periode Januari hingga Februari di Riau mencapai 4.440,2 hektare. Untuk periode Maret tentunya bertambah, namun belum dihitung dari analisis citra dan masih berdasarkan laporan penanganan di lapangan,” ujar Ferdian di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (27/03/2026).

Ia menjelaskan, khusus untuk periode 1 Maret hingga saat ini, estimasi luas kebakaran yang sedang ditangani di lapangan mencapai sekitar 1.317,3 hektare. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan dikonfirmasi kembali melalui hasil analisis citra satelit pada awal April mendatang.

“Kalau yang saat ini ditangani dari estimasi lapangan sekitar 1.317,3 hektare untuk periode 1 Maret sampai dengan saat ini yang masih dalam proses penanganan. Untuk Maret akan dikonfirmasi dengan data citra pada 1 April nanti,” katanya.

Ferdian menegaskan, dalam setiap operasi pemadaman, keselamatan masyarakat dan perlindungan terhadap fasilitas umum menjadi prioritas utama.

“Salah satu prioritas operasi adalah pengamanan permukiman warga dan fasilitas umum lainnya,” tegasnya.

Berdasarkan laporan operasi pemadaman darat oleh Manggala Agni per 26 Maret 2026, sejumlah wilayah di Riau masih mengalami kebakaran dengan status beragam, mulai dari belum padam hingga memasuki tahap pendinginan atau mopping up.

Di Kota Dumai, kebakaran masih terjadi di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Api di dua lokasi tersebut dilaporkan belum padam dan pemadaman dilakukan oleh personel gabungan dari sejumlah daerah operasi, termasuk Dumai, Pekanbaru, Siak, hingga Labuhan Batu Selatan, dengan dukungan alat berat.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Api di wilayah tersebut masih sulit dipadamkan akibat kendala angin kencang dan asap tebal.

Sementara itu, di Kabupaten Siak, kebakaran di Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, dengan luas sekitar 23 hektare, dilaporkan sudah terkendali dan memasuki tahap pendinginan. Hal serupa juga terjadi di Desa Merempan Hilir, Kecamatan Mempura.

Di Kabupaten Pelalawan, kebakaran cukup luas terjadi di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, dengan estimasi luas mencapai 806 hektare. Hingga kini, api di lokasi tersebut masih belum padam dengan kendala utama berupa keterbatasan sumber air, meski penanganan telah dibantu alat berat dari pihak koperasi.

Selain itu, kebakaran di Desa Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan, dengan luas sekitar 20 hektare, telah memasuki tahap pendinginan. Sementara di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, kebakaran seluas 15 hektare masih dalam proses pemadaman.

Di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, kebakaran dengan luas sekitar 53,3 hektare dilaporkan telah terkendali, dan tim pemadaman dijadwalkan bergeser ke lokasi lain. Adapun kondisi di Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, masih menunggu pembaruan laporan.

Manggala Agni terus mengerahkan personel dari berbagai daerah operasi untuk mempercepat pemadaman di titik-titik prioritas. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat guna memastikan penanganan karhutla berjalan optimal, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Validasi final terhadap luas kebakaran untuk periode Maret 2026 masih menunggu hasil analisis citra satelit yang dijadwalkan dirilis pada awal April. (CEM)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال